Catat! Ini Cara Bersihkan Abu Vulkanik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu 6/9/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu 6/9/2026). Foto: kumparan

Paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sudah menyebar ke sejumlah daerah. Masyarakat di berbagai lokasi sudah melaporkan terdampak abu vulkanik pada Minggu (6/9).

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengingatkan abu vulkanik memiliki karakteristik berbeda dengan debu biasa. Partikel abu berukuran sangat kecil dan dapat membawa kandungan silika serta material kaca vulkanik yang bersifat abrasif.

“Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik yang telah terdeteksi mencapai wilayah Jakarta,” kata Ani dalam keterangan yang diterima kumparan, Minggu (6/9).

“Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikelnya berukuran sangat kecil dan dapat mengandung silika serta material kaca vulkanik yang bersifat abrasif. Jika terhirup atau mengenai bagian tubuh tertentu, abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit,” sambungnya.

Warga menyapu abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau di Serang, Banten, Minggu (6/9/2026). Foto: Sammy/REUTERS

Menurut Ani, paparan abu vulkanik dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan. Di antaranya batuk, iritasi tenggorokan hingga sesak napas. Abu juga berpotensi memperburuk kondisi warga yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Pada bagian mata, paparan abu dapat menyebabkan rasa perih, mata merah, hingga sensasi mengganjal. Sementara pada kulit, abu vulkanik dapat memicu gatal dan iritasi.

Dinkes DKI mengingatkan warga yang harus membersihkan abu vulkanik di rumah, kendaraan, maupun lingkungan sekitar agar tetap menggunakan perlindungan diri.

Warga diminta mengenakan masker, kacamata pelindung, sarung tangan, pakaian lengan panjang, dan sepatu tertutup sebelum melakukan pembersihan.

Lalu bagaimana cara membersihkan abu vulkanik? Berikut tips dari Dinkes DKI Jakarta:

  • Tidak langsung disapu dalam kondisi kering. Partikel abu bisa kembali beterbangan.

  • Sebelum disapu, abu diperciki air secukupnya agar lebih berat dan tidak mudah beterbangan.

  • Tidak disarankan menyiram abu secara berlebihan karena gumpalan abu dapat menyumbat saluran air dan memicu genangan.

  • Setelah selesai membersihkan, lepas masker di luar rumah sebelum masuk. Mandi dan keramas serta ganti pakaian. Pakaian yang terkena abu juga perlu dicuci secara terpisah.

  • Bilas mata dan hidung dengan air bersih serta mengkonsumsi air putih yang cukup.

Dinkes DKI meminta kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan seperti asma dan PPOK, lebih berhati-hati terhadap paparan abu vulkanik.

Jika mengalami sesak napas, batuk yang semakin berat, nyeri dada, atau gangguan penglihatan, masyarakat diminta segera mendapatkan pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Lindungi diri, lindungi keluarga. Tetap waspada dan utamakan kesehatan selama kondisi abu vulkanik berlangsung,” ucap Ani.

Petugas membersihkan debu tebal di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (6/9/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Dinkes DKI juga meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika konsentrasi abu meningkat. Masyarakat juga diminta menutup rapat pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah.

Bagi warga yang harus bepergian, Ani mengimbau penggunaan masker KN95 atau N95. Masker tersebut digunakan untuk membantu menyaring partikel abu yang berukuran halus.

Selain memakai masker, warga juga disarankan menggunakan kacamata pelindung untuk mengurangi risiko abu mengenai mata.

“Setelah kembali ke rumah, mandi dan keramas serta segera mengganti pakaian. Cuci pakaian yang terpapar abu secara terpisah. Bila diperlukan, bilas mata dan hidung dengan air bersih,” ujar Ani.