Catatan HNW ke Prabowo Soal Siap Akui Israel bila Palestina Benar-benar Merdeka
·waktu baca 2 menit

Wakil Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Hidayat Nur Wahid mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk hati-hati ketika membuka peluang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Israel harus memastikan untuk mematuhi two state solution atau solusi dua negara, sebelum pemerintah membuka peluang itu.
Dalam pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Prabowo menegaskan dukungan dan terus mendorong two state solution. Upaya ini tentu patut didukung karena sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945, yakni menghapuskan penjajahan di atas dunia.
“Yang diharapkan Presiden Prabowo tentunya adalah negara Palestina yang benar-benar merdeka dan berdaulat penuh sebagaimana cita-cita perjuangan Bangsa Palestina yang disetujui oleh Liga Arab maupun OKI, layaknya negara merdeka anggota penuh PBB lainnya,” kata HNW dalam keterangan tertulis, Jumat (30/5).
Asalkan dengan catatan, syarat-syarat utama di atas itu benar-benar bisa terealisasi, beserta dengan poin-poin penting yang menjadi turunannya, dan Palestina sudah benar-benar tidak dijajah Israel, menjadi negara merdeka dan berdaulat, diakui menjadi anggota penuh oleh SU PBB, barulah ada kewajaran untuk mendiskusikan opsi mengakui Israel sebagai sebuah negara dan membuat hubungan diplomatik sesuai Pembukaan UUDNRI 1945 alinea pertama dan keempat.
“Itu hal mendasar yang tentu menjadi komitmen Presiden Prabowo melanjutkan komitmen Presiden-Presiden RI sebelumnya, dan hanya dengan begitulah utang Indonesia berupa kemerdekaan Palestina benar-benar akan terbayar,” tambah dia.
Di sisi lain, HNW mengingatkan Prabowo untuk tidak mudah membuka peluang hubungan diplomatik. Dia menilai, Israel tentu punya catatan buruk dalam hal memenuhi janji mereka.
“Publik tentu tidak ingin Presiden Prabowo jadi korban Israel; Misalnya hari ini Israel menyatakan dukungan kepada Palestina sebagai negara merdeka, dan kemudian Presiden Prabowo menyatakan mengakui Israel dan membuka hubungan diplomatik, tapi besoknya lagi Israel mengulangi laku tidak komitmennya dengan kembali menyerang dan menjajah Israel,” kata HNW.
HNW pun mencontohkan beberapa di timur tengah yang melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel, seperti Mesir dan Uni Emirat Arab.
Namun bukan semakin mendekati two state solution, genosida di Palestina masih terus terjadi. Bahkan, menurut HNW, Israel memiliki legitimasi untuk menjajah Palestina.
“Beberapa negara Arab sudah melakukan normalisasi dengan dalih untuk mewujudkan Palestina merdeka, tapi hasilnya alih-alih Palestina makin mendekati merdeka dengan 'two state solution', malah Israel makin merasa mendapat legitimasi untuk memperluas kekuasaannya dan penjajahannya atas Palestina,” ucap dia.
