CCTV Detik-detik Brigpol Arya Pergoki Pelaku Curanmor Sebelum Ditembak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi Anggota Banit III Subdit IV Ditintelkam Polda Lampung, Brigpol Arya Supena, yang ditembak begal di Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026). Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi Anggota Banit III Subdit IV Ditintelkam Polda Lampung, Brigpol Arya Supena, yang ditembak begal di Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026). Foto: Sinta Yuliana/Lampung Geh

Rekaman CCTV mengungkap detik-detik Brigpol Arya Supena, anggota Ditintelkam Polda Lampung, berupaya menggagalkan aksi pencurian sepeda motor, sebelum akhirnya ditembak pelaku di Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung, Sabtu (9/5) pagi.

Brigpol Arya meninggal dunia usai kritis di RS Bhayangkara Polda Lampung.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria diduga pelaku curanmor, tengah berusaha membawa kabur sepeda motor yang terparkir di lokasi kejadian sekitar pukul 06.00 WIB.

Aksi tersebut kemudian dipergoki Brigpol Arya yang berada di sekitar lokasi. Korban yang mengenakan pakaian hitam langsung mencoba menghentikan pelaku.

Anggota Banit III Subdit IV Ditintelkam Polda Lampung, Brigpol Arya Supena saat dievakuasi ke RS Bhayangkara, Lampung, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Tak lama kemudian, keduanya terlibat perkelahian. Pelaku lalu menembak korban dan melarikan diri.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, membenarkan adanya pertikaian antara korban dan pelaku sebelum penembakan terjadi.

“Ditemukan lah pelaku sedang melakukan pencurian. Kemudian ditegur, mereka berbalik, sempat berantem sama anggota, kemudian anggota langsung ditembak di kepala bagian kanan,” kata dia.

Suasana instalasi forensi RS Bhayangkara Polda Lampung saat autopsi Brigpol Arya Supena, anggota Ditintelkam Polda Lampung, yang tewas ditembak pelaku curanmor, Sabtu (9/5) dok: Istimewa

Korban diketahui mengalami satu luka tembak di bagian kepala kanan dan meninggal dunia. Polisi menduga pelaku berjumlah dua orang dan kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

“Untuk awal dua orang, tapi akan kita kembangkan terus. Sekarang sedang dilakukan penyelidikan dan pengejaran para pelaku,” ujarnya.

Polda Lampung menegaskan akan menindak tegas pelaku kejahatan jalanan, khususnya yang menggunakan senjata api saat beraksi.

Saat ini jenazah Arya tengah menjalani proses autopsi di RS Bhayangkara Polda Lampung. Jenazah rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di Kota Metro, Lampung.