CCTV Jadi Kambing Hitam Pencurian Perhiasan di Museum Louvre
·waktu baca 2 menit

Direktur Museum Louvre, Laurence des Cars, mengakui cakupan CCTV khususnya bagian luar ada dalam tingkat tak memadai. Komentar Cars terkait pencurian di Louvre pada akhir pekan lalu.
Saat itu delapan perhiasan yang berharga lebih dari USD 100 juta berhasil dicuri. Sampai sekarang pelaku pencurian di Louvre masih diburu aparat keamanan.
Sembari investigasi terus berlangsung, senat Prancis memanggil Cars untuk memintai keterangan terkait pencurian yang dilakukan dalam waktu tujuh menit itu.
“Ada beberapa kamera perimeter (CCTV), tapi mereka sudah tua,” kata Cars kepada senat di Prancis seperti dikutip dari AFP.
“Cakupannya tak memadai. Jelas tidak mencakup semua fasad Louvre, dan sayangnya, di sisi Galeri Apollo, satu-satunya kamera yang terpasang diarahkan ke barat sehingga tidak mencakup balkon yang terlibat dalam pembobolan,” sambung dia.
Cars lalu menjelaskan dirinya sudah meminta laporan soal langkah keamanan di tempatnya bekerja, seusai dilantik sebagai kepala museum pada 2021.
Kini Cars memastikan sudah meminta peningkatan keamanan terhadap museum yang paling banyak kunjungan di dunia tersebut. Apalagi Louvre menyimpan koleksi-koleksi bersejarah mulai lukisan Monalisa sampai barang-barang peninggalan Mesir kuno.
“Rencana tersebut mencakup pengawasan video yang mencakup semua fasad dan pemasangan kamera termal tetap,” ujarnya.
Cars sebenarnya mengajukan pengunduran diri pada hari pencurian itu Minggu (19/11). Tapi permintaan Cars ditolak Kementerian Kebudayaan Prancis.
Adapun pada Rabu pagi, Presiden Prancis Emmanuel Macron memerintahkan percepatan langkah-langkah keamanan di Museum Louvre. Apalagi museum Louvre kini sudah kembali dibuka.
