Cegah Malaria Monyet, Dinkes Aceh Barat Imbau Warga Jaga Kebersihan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Rumah Sakit (Foto: UNSPLASH)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rumah Sakit (Foto: UNSPLASH)

Kepala Pengelola Program Malaria, Dinas Kesehatan Aceh Barat, Azwar Liza, mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap penyebaran penyakit malaria monyet (Macaca Fascicularis). Azwar mengatakan pada bulan Desember 2018 lalu, ada dua orang pasangan suami istri di Kecamatan Panton Reue terjangkit penyakit itu.

Pasangan suami istri itu kata Azwar, terinfeksi saat melakukan aktivitas menjala ikan pada malam hari di hutan. Setelah diadakan uji lab sampel darah, mereka dinyatakan positif terjangkit malaria monyet.

Baru-baru ini, dua warga di kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat kembali dilaporkan terkena penyakit malaria monyet. Hasil pemeriksaaan petugas Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Meulaboh, keduanya dinyatakan positif terinfeksi malaria monyet.

Azwar menjelaskan, terjangkitnya manusia dengan jenis penyakit ini disebabkan monyet yang terinfeksi parasit malaria. Penyakit itu ditularkan nyamuk yang menggigit monyet terinfeksi. Selanjutnya nyamuk yang menggigit monyet itu menggigit manusia hingga berujung terjangkit malaria monyet.

Infeksi malaria monyet yang menjangkit dua warga di Kecamatan Woyla itu diketahui setelah mereka membawa pulang monyet tersebut dari dalam untuk dipelihara. Sepekan setelah itu keduanya mengeluhkan sakit dan nyeri di sekujur tubuh.

“Hasil diagnosis, kasus penyebaran ini masih dari tahap dari monyet ke manusia. Kasus penyakit ini baru pertama ditemukan di Aceh Barat,” ujar Azwar, saat dihubungi kumparan, Rabu (16/1).

Monyet (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Monyet (Foto: Pixabay)

Dinkes Aceh Baret telah melakukan sejumlah upaya pencegahan terhadap penyakit tersebut. Salah satunya adalah menyebarkan edaran kepada seluruh stakeholder termasuk kepala desa agar menjaga kebersihan lingkungan.

Selanjutnya kepada pemilik perusahan perkebunan dan pertambangan diimbau jika ada karyawan yang demam segera dibawa ke puskemas untuk diperiksa.

“Kita sedang merencakan untuk membuat tim yang terintegrasi dan upayakan untuk menghubungkan lintas sektor terkait seperti perkebunan dan pertambangan. Untuk sementara, pencegahan yang dilakukan hanya berupa imbauan mulai dari tingkat atas hingga ke pemerintahan bawah di seluruh Aceh Barat,” ucap Azwar.

Penularan malaria melalui monyet tersebut rentan menyerang penduduk yang tinggal di sekitar habitat monyet. Azwar tidak bisa memastikan jika penyakit itu tidak lagi menyebar di daerahnya. Sebab kata dia, monyet yang terlintas tidak terpantau dan terpetakan.

“Sejauh ini pascakejadian kemarin, memang belum ada (laporan) yang terkena. Akan tetapi bukan tidak ada karena habitat monyet yang terlintas itu tidak terpantau dan terpetakan. Karena hubungannya bukan cuma manusia tetapi juga hewan, maka butuh kerja sama lintas sektor,” ungkap dia.