Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Desa, BNN Gaungkan Program Desa Bersinar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi desa. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi desa. Foto: Shutterstock

Penyalahgunaan dan peredaran narkoba kini tak hanya terjadi di perkotaan. Banyak bandar yang mulai menyasar penduduk di pelosok desa untuk mendistribusikan obat-obatan terlarang tersebut.

Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, mengatakan, narkoba seolah menjadi pandemi yang tidak pernah berakhir. Menurutnya, penggunaan narkotika sudah menjadi ancaman terhadap eksistensi manusia.

Karena itulah, BNN terus menggaungkan program Desa Bersinar sebagai upaya memberantas narkoba di seluruh wilayah Indonesia. Melibatkan masyarakat, pemerintah setempat, lembaga swasta, serta para relawan, Desa Bersinar mempunyai kriteria tertentu untuk pelaksanaan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) secara masif.

Ilustrasi Badan Narkotika Nasional (BNN). Foto: Shutterstock

Desa di wilayah penyangga kota, pesisir pantai, tujuan pariwisata, serta yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadi beberapa kategori yang masuk ke dalam program Desa Bersinar.

Kehadiran Desa Bersinar tak hanya bentuk pencegahan narkoba di kalangan masyarakat, tapi juga membimbing mereka yang telah menyalahgunakan narkotika agar bisa kembali seperti sedia kala.

Desa-desa yang disiapkan untuk mengikuti program ini akan melakukan pendampingan melalui pendekatan kearifan lokal, mendorong tes urine mandiri di desa melalui karang taruna, pelatihan kewirausahaan, hingga menjalin kemitraan dengan dunia usaha untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi sumber daya manusia desa.

Semua usaha itu pada akhirnya bermuara ke satu tujuan: membantu masyarakat paham dan mampu menangkal segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

Generasi muda jadi penggerak Desa Bersinar

Hingga kini, sudah banyak desa yang ditetapkan sebagai Desa Bersinar. Siapa sangka, keberhasilannya tidak terlepas dari peran generasi muda.

Ilustrasi para generasi muda. Foto: Shutterstock

Desa Tirta Jaya, Desa Bumi Jaya, dan Desa Padang, misalnya. Tiga daerah yang ada di Pulau Kalimantan tersebut sempat memiliki catatan kasus penyalahgunaan narkoba. Namun, berkat kerja sama antara anggota karang taruna dan pemerintah setempat, masyarakat di desa tersebut menjadi lebih produktif. Beberapa di antaranya bahkan menyuarakan kampanye pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba dari tingkat warga hingga ke institusi pendidikan.

Sementara itu, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, telah ada 15 kepala desa yang dilatih menjadi Relawan Anti Narkoba. Tugas yang diemban mereka meliputi sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba, mengantisipasi agar warga tidak sampai terjerat menjadi pengguna dan pengedar narkoba, serta menyebarkan informasi terkait pentingnya rehabilitasi medis dan sosial.

Sementara itu, penetapan Desa Bersinar di Kulon Progo, Yogyakarta, juga mengalami kemajuan. Meski sudah dipetakan menjadi 4 kelurahan kategori waspada dan 20 kelurahan kategori siaga narkoba, telah ada 6 Desa Bersinar yang berkomitmen mencegah penyalahgunaan narkoba.

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Kominfo