kumparan
10 Januari 2019 15:55

Cegah Teror, Petugas KPK Akan Dilengkapi Senjata

Ketua KPK Agus Rahardjo
Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan keterangan pers terkait hasil pengembangan kasus dugaan suap terhadap sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi di gedung KPK, Jakarta, Jumat (28/12/2018). (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
KPK kembali mendapat aksi teror bom oleh orang tak dikenal. Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif diteror bom, Rabu (9/1) pagi. Mengantisipasi kembali terjadinya teror, petugas KPK diwacanakan untuk dibekali senjata tertentu.
ADVERTISEMENT
“Tentu kemananan ditingkatkan. Kami sedang mengevaluasi misalkan nanti petugas KPK akan dilengkapi dengan senjata tertentu ini nanti kita akan bicarakan hari-hari ini,” jelas Ketua KPK Agus Rahardjo, usai rapat panelis dan moderator debat capres-cawapres bersama KPU di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (10/1). Hanya saja, Agus tidak menjelaskan lebih lanjut siapa petugas KPK yang dimaksud. Pasalnya di KPK terdapat petugas dari unsur sipil, jaksa, dan polisi.
Menurut Agus, wacana ini adalah bentuk peningkatan keamanan petugas KPK dalam mengantisipasi teror. Terlebih setelah adanya kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan pada April 2017 lalu.
"Langkah-langkah perbaikan kemanan KPK baik di penyelidikan, penyidikan, penuntutan tentu harus ditingkatkan. Waktu kasus Saudara Novel juga langsung ada langkah-langkah pengamanan,” jelasnya.
Bom pipa di rumah ketua KPK
Bom pipa di rumah ketua KPK. (Foto: Istimewa)
Sementara itu, Agus menampik adanya teror kali ini akibat KPK terlalu keras dalam memberantas korupsi. Ia meminta semua pihak untuk tak berspekukasi sebelum adanya kejelasan dalam pengusutan kasus ini.
ADVERTISEMENT
“Kita tidak bisa berprasangka berpraduka dulu sebelum menemukan fakta dan alat bukti yang jelas terhadap kasus ini,” ungkapnya.
Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Jalan Graha Indah VIII, Bekasi, Jawa Barat mendapat teror berupa barang diduga bom pada Rabu (9/1). Benda tersebut diletakan dalam tas hitam yang digantung di pagar rumah Agus. Belakangan diketahui benda itu adalah bom palsu.
Pada hari yang sama rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan, dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal. Akibatnya, satu sisi dinding di rumah Laode menjadi gosong.
Polda Metro Jaya saat ini telah membentuk tim bersama Densus 88 untuk menangkap pelaku teror tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan