Cegah Transgender, Rusia Larang Operasi Ganti Kelamin
·waktu baca 2 menit

Rusia akan mengambil keputusan perihal pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) soal larangan praktik operasi pergantian jenis kelamin pada Juli 2023 mendatang.
Dengan kata lain, Rusia hendak mencegah penduduknya untuk mengubah gender mereka atau biasa dikenal dengan transgender.
Dikutip dari TASS, pengumuman ini disampaikan oleh Ketua Majelis Rendah Duma Negara Rusia, Vyacheslav Volodin, pada Sabtu (8/7) melalui postingannya di Telegram.
Menurut Volodin, kebijakan itu penting diambil guna melestarikan nilai-nilai keluarga tradisional yang sangat penting bagi masyarakat Rusia.
Volodin kemudian menyinggung soal pandangan Presiden Republik Ceko, Petr Pavel, yang mendukung persebaran nilai-nilai sosial Barat seperti perizinan pernikahan sejenis dan legalisasi operasi pergantian jenis kelamin — untuk pula diterapkan di Rusia.
"Presiden Ceko [Petr Pavel] mengatakan kemarin bahwa 'jika, semoga Tuhan melarang, Rusia menang, maka semua nilai-nilai Barat akan tercoreng'," ungkap Volodin.
"Mereka [Barat] bertujuan untuk memaksakan nilai-nilai semu, yang asing bagi kami, untuk menghancurkan identitas rakyat kami," jelas Volodin.
"Rencana mereka pasti akan gagal. Kami akan mengesahkan RUU yang melarang pergantian gender pada Juli mendatang," sambung dia.
Lebih lanjut, anggota parlemen di Majelis Rendah Duma Negara telah meloloskan RUU yang melarang operasi pergantian jenis kelamin pada Mei 2023 oleh Volodin dan para ketua umum partai dari lima fraksi.
RUU ini melarang segala jenis praktik tersebut — kecuali untuk kasus-kasus berkaitan dengan kelainan bawaan pada anak.
Menurut RUU itu pula, dinas-dinas sipil akan dilarang membuat perubahan pada dokumen apa pun tanpa disertai sertifikat medis yang mengkonfirmasi penggantian jenis kelamin.
"Intervensi medis hanya akan diizinkan untuk mengobati kelainan bawaan lahir pada anak-anak setelah ada keputusan dari komisi medis dari lembaga kesehatan masyarakat yang dikelola negara bagian," bunyi pasal dalam RUU ini.
Adapun lembaga-lembaga dan prosedur untuk mengeluarkan keputusan medis tersebut, sambungnya, akan disetujui oleh pemerintah sehingga hampir tidak ada celah untuk mengelabuinya.
Menurut Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashenko, keputusan mengenai operasi dan penanganan hormon lainnya hanya boleh diambil oleh komisi medis tingkat tinggi.
Dengan kata lain, berdasarkan keputusan dari Kementerian Kesehatan Rusia operasi pergantian jenis kelamin tidak dapat dilakukan hanya atas kehendak pasien atau tindakan ilegal lainnya.
