Cegah Varian Delta, Chile Rekomendasikan Suntikan Dosis Ketiga Vaksin Sinovac

16 Juli 2021 10:56 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi vaksin corona dari Sinovac. Foto: Tingshu Wang/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vaksin corona dari Sinovac. Foto: Tingshu Wang/REUTERS
ADVERTISEMENT
Uji klinis vaksin CoronaVac Sinovac di Chile, pada Kamis (15/7), merekomendasikan penyuntikan dosis ketiga vaksin tersebut. Mereka yakin, dosis ketiga dapat meningkatkan perlindungan dari virus corona varian Delta.
ADVERTISEMENT
Rekomendasi keluar usai uji laboratorium dilakukan untuk menentukan efektivitas vaksin produksi China ini terhadap varian Delta. Varian Delta diketahui lebih menular dibanding varian lain.
Dari pengujian tersebut, para peneliti menemukan antibodi penetralisir virus saat berhadapan dengan varian Delta, berkurang empat kali lipat dibandingkan dengan antibodi yang diproduksi terhadap strain awal virus corona. Sebelumnya, sejumlah ilmuwan China mengatakan, pengurangan antibodinya hanya tiga kali lipat.
Menurut keterangan Direktur Institut Milenium Chile untuk Imunologi dan Imunoterapi, Dr Alexis Kalergis, dari penelitian yang dilakukan hanya kurang dari 3 persen jumlah penerima vaksin Sinovac yang tertular COVID-19, enam bulan usai menerima suntikan dosis kedua. Akan Tetapi setelah waktu enam bulan lewat maka terdapat penurunan antibodi pelindung terhadap virus corona.
ADVERTISEMENT
Dengan ini, Kalergis merekomendasikan penyuntikan dosis ketiga untuk memberikan perlindungan yang jauh lebih baik lagi terhadap mutasi-mutasi virus corona lainnya termasuk varian Delta.
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac saat pelaksanaan vaksinasi massal di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (31/1/2021). Foto: Zabur Karuru/ANTARA FOTO
“Adanya penurunan alami antibodi usai vaksinasi ini menyoroti perlunya memperkuat imunitas dengan dosis booster (dosis ketiga) untuk mengimbangi dan meningkatkan netralisasi virus tersebut,” ujar Kalergis, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Lebih lanjut Kalergis menambahkan, partisipan uji klinis vaksin Sinovac di Chile yang mana jarak suntikan dosis pertama dan keduanya berjarak 28 hari, memiliki imunitas yang lebih kuat dibandingkan mereka yang jarak suntikannya hanya 14 hari.
Juru bicara Sinovac Biotech Ltd, Liu Peicheng, sebelumnya mengatakan suntikan dosis ketiga dapat lebih cepat menghasilkan reaksi antibodi yang lebih kuat dan awet terhadap varian Delta. Tetapi, Peicheng tidak menyediakan data yang terperinci atas klaim ini.
ADVERTISEMENT
Seperti diketahui, Chile merupakan salah satu negara dengan program vaksinasi tercepat di dunia, dengan Sinovac menjadi salah satu vaksin utamanya. Kini, sebanyak 76% dari total populasi orang dewasa Chile telah divaksinasi dosis penuh.
Sejauh ini, Chile telah menyuntikkan hingga 18,1 juta dosis vaksin Sinovac. Negara ini juga menggunakan vaksin COVID-19 lainnya, seperti Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, serta CanSino.