Cekcok dengan Teman, Siswa SMKN 2 Jember Tewas Ditendang di Depan Kelas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pelajar SMA. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelajar SMA. Foto: Shutter Stock

Suasana mencekam sontak menyelimuti SMKN 2 Jember yang berada di Jalan Tawang Mangu, Sumbersari, Kabupaten Jember, pada Selasa (23/8). Pasalnya, seorang siswa kelas 10 dinyatakan tewas dengan luka lebam di bagian lehernya.

"Ada bekas pukulan di leher korban," papar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jember dan Lumajang, Mahrus Samsul.

Menurut dia, kasus ini sedang ditangani pihak kepolisian. Baru saja petugas menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Lokasi kejadiannya di sekitar halaman ruang kelas 10," kata Mahrus menunjukkan tempat kejadian.

Mahrus mengungkapkan, korban mulanya cekcok mulut dengan seorang teman satu kelas. Ketika itu sedang jam istirahat.

"Informasinya, dua siswa itu ada masalah pribadi. Entah masalah apa? Kami belum tahu," ungkap Mahrus.

Di tengah cekcok, korban memposisikan diri membelakangi temannya. Korban tampaknya ingin menyudahi perang mulut dengan berusaha melangkah ke ruang kelas.

Tanpa disangka, tiba-tiba saja korban jatuh tersungkur. Ternyata, korban ditendang oleh temannya dari arah belakang. Siswa lainnya yang mengetahui hal itu sontak menolong korban dengan membawanya ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Namun, kondisi korban sangat kritis lantaran mengalami pingsan. Walaupun coba diupayakan perawatan, korban tidak kunjung sadarkan diri.

Pihak sekolah akhirnya memilih untuk merujuk korban ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi. Sesampainya di sana, ternyata korban sudah meninggal dunia.

"Karena ini sudah mengarah ke hukum, kita berikan ini ke kepolisian. Sudah ditangani polisi," pungkas Mahrus.

Plt RSD dr Soebandi, Hendro Soelistijono menjelaskan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa saat tiba di rumah sakit.

"Tidak sempat ada perawatan medis, karena sudah meninggal ketika sampai di rumah sakit. Sekarang, posisi korban ada di kamar mayat," terangnya.

Hendro belum bisa menjelaskan kondisi jasad korban sampai ada permintaan resmi untuk autopsi dari pihak berwenang.

"Autopsi yang berhak meminta pihak keluarga atau penyidik kepolisian," tegas pria yang juga menjabat Asisten II Sekretariat Pemkab Jember itu.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama.. Foto: Dok. Istimewa

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadian Widya Wiratama melalui Kanit Pidum Ipda Bagus Dwi Setiawan membenarkan penyelidikan kasus tersebut.

"Memeriksa saksi-saksi dari sekolah yang sementara lima orang saksi. Juga tadi sudah olah TKP dan menggali bukti maupun informasi tentang kronologi kejadian," urainya.

Polisi akan meminta persetujuan dari pihak keluarga korban bila memerlukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematian. Polisi juga masih memburu terduga pelaku.

"Karena setelah kejadian, terduga pelaku kabur dari sekolah," tutur Bagus.

Korban maupun pelaku selain teman sekelas, diketahui juga tergolong sebagai tetangga. Keduanya bertempat tinggal di wilayah Kecamatan Sumbersari.