Cerita Abdul Latif 13 Kali Umrah saat Haji: Mudah-mudahan Ibadah Saya Sempurna

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menara Jam di latar belakang saat umat Muslim mengelilingi Ka'bah dan berdoa di Masjidil Haram, menjelang puncak ibadah haji di kota suci Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026). Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Menara Jam di latar belakang saat umat Muslim mengelilingi Ka'bah dan berdoa di Masjidil Haram, menjelang puncak ibadah haji di kota suci Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026). Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS

Cerita tentang berhaji tidak pernah habis. Kegigihan jemaah berlomba-lomba dalam ibadah selalu meneguhkan hati. Salah satunya datang dari jemaah haji asal Probolinggo, Abdul Latif, yang sempat umrah hingga 13 kali dalam musim haji tahun ini.

Saat ditemui di Bandara King Abdul Aziz Jeddah ketika hendak pulang ke Indonesia, Abdul Latif bercerita soal ibadahnya tersebut.

"Kalau ibadah saya insyallah, saya tidak mengikuti keseluruhan KBIH. Kalau mengikuti keseluruhan KBIH mungkin agak lambat. Jadi Saya nyoba jalan sendiri. Seperti di Raudhah (Madinah) sampai (masuk) beberapa kali, 11 kali," kata Abdul Latif, Minggu (31/5).

"Di Mekkah pun umrah saya sempat 13 kali umrah. Alhamdulillah saya bisa," sambungnya.

Abdul Latif bersyukur bisa menjalani ibadah-ibadah tersebut di samping ibadah utama untuk berhaji. Ia berharap ibadah yang ia lakukan sempurna.

"Mudah-mudahan ibadah saya sempurna dengan kegigihan saya. Ke Masjidil Haram saja hampir setiap hari. Alhamdulillah," ungkapnya.

Doa di Arafah

Jemaah haji asal Probolinggo Abdul Latif. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan

Awalnya, Abdul Latif mengira akan kesulitan saat berada di Tanah Suci. Namun, ia bersyukur ternyata semua proses ibadahnya dimudahkan. Makanan dan minuman, kata dia, melimpah. Termasuk buah-buahan, dan bantuan dari petugas haji.

Salah satu momen yang ia ingat pula saat wukuf di Arafah. Dia banyak memanjatkan doa di sana, seraya meminta ampun atas dosa-dosa kepada Allah SWT.

"Yang jelas kita mohon ampun (atas) kesalahan, mendoakan saya ibu saya, tetangga, sahabat, kerabat, semuanya. Karena sudah di sana kelihatan semua, apa-apa itu masuk semua. Anak, ponakan, semua saudara," ucapnya.

Abdul Latif pun bersyukur bisa beribadah dengan baik di Arafah.

Pengalaman Spiritual

Selain itu, Abdul Latif bercerita tempat ibadah yang paling membekas untuknya, yakni Raudhah dan Masjidil Haram.

"Karena kiblat aja selama ini salat, seperti apa hanya lihat di TV. Alhamdulillah karena saya kloter pertama, di (Masjidil) Haram itu sepi. Jadi saya sempat pegang rukun Yamani, sampai di antara hajar Aswad dengan pintu Ka'bah. Alhamdulillah saya selalu di sana, saf saya di sana," ujarnya.

Meski belum berhasil mencium Hajar Aswad, ia bersyukur bisa salat di saf barisan depan Ka'bah.

"Saya dari guru saya, kalau masih bersenggol-senggolan lebih baik jangan memaksa. Jadi saya nggak berani," ucap Abdul Latif yang merasa sedih harus meninggalkan tanah suci.