Cerita Angga Dwimas Sasongko Syuting Film di Tengah Pandemi Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menggunakan masker beraktivitas di Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selata, Jumat (13/3).  Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga menggunakan masker beraktivitas di Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selata, Jumat (13/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sutradara sekaligus produser film Angga Dwimas Sasongko mengungkapkan betapa ketatnya protokol kesehatan yang dijalani saat syuting kembali dimulai di tengah pandemi corona.

Angga menceritakan protokol kesehatan yang dijalani oleh seluruh kru dan artis-artis, mulai dari rapat secara online, menjalani tes swab, hingga menerapkan aturan ketat jika sudah tak ada syuting lagi.

"Protokol saya ketat banget, kita syuting, karantina. Setiap mau ada rapat-rapat yang tidak memerlukan pertemuan kita rapat online. Kalau harus ketemu kita swab tes dulu, jadi satu produksi bisa swab tes 5 sampai 6 kali," ungkap Angga dalam sesi diskusi virtual terkait pembukaan bioskop bersama TGUPP DKI Jakarta, Jumat (28/8).

Angga Dwimas Sasongko Foto: Munady/kumparan

"Misal produksi 30 hari, dia enggak boleh pulang, kita sewakan hotel. Sebelum masuk hotel, di swab dulu. Lalu kalo enggak ada kerjaan di lokasi, mereka tetap di hotel, mereka lokasi ya hotel, lokasi, hotel, lokasi," lanjutnya.

Ia mengakui peraturan yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) tidaklah terlalu ketat, salah satu contohnya hanya mewajibkan rapid test. Sehingga, dalam menjalankan produksi film, pihaknya menerapkan aturan yang lebih ketat.

"Protokol Kemenparekraf cuma rapid tes antibodi, menurut kita itu enggak aman. Kita enggak ikuti, kita punya aturan sendiri dan aturan sendiri yang lebih ketat daripada Kemenparekraf," tegasnya.

Angga Dwimas Sasongko Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan

Prinsipnya kita nerima orang steril, kita nganter mereka pulang pun steril.

Angga Dwimas Sasongko

Selain itu, Angga mengakui memproduksi film di tengah pandemi corona bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Contohnya, saat menyewa hotel, pihaknya tidak menyewa per kamar, melainkan tiga lantai sekaligus untuk memastikan kesehatan para krunya.

"Jadi kita enggak bisa ke mana-mana, hotel bukan sewa per kamar, sewa per lantai. Kita butuh 3 lantai, kita sewa 3 lantai. Semua divisi, sinema, semua kru disediakan vaksin influenza dan segala macam. Tempat makannya juga terpisah," tuturnya.

embed from external kumparan

Terkait pembukaan bioskop lagi, Angga menilai film yang akan ditayangkan akan lebih sedikit. Hal ini untuk menghindari penumpukan penonton, apalagi sudah dibatasi maksimal hanya 50 persen kapasitas.

Ia pun berharap para penonton nantinya lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

=====

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona