Cerita Anggota DPR Charles Honoris, 'Positif' COVID-19 Selama Sehari

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Politikus PDIP, Charles Honoris. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Politikus PDIP, Charles Honoris. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

COVID-19 yang menjadi momok di seluruh dunia bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Misalnya anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP Charles Honoris yang mengaku sempat positif corona meski hanya sehari.

"Pada hari Minggu, 4 Oktober, yang lalu saya menjadi tes swab PCR yang dilakukan oleh laboratorium salah satu RS swasta. Tes rutin memang saya lakukan tiap minggunya sejak beberapa bulan terakhir," kata Charles membuka ceritanya, melalui akun Instagram, Rabu (7/10).

Charles sudah memberi izin kepada kumparan untuk mengutip Instagramnya.

Namun, betapa terkejutnya Charles saat hasil tes tersebut keluar pada keesokan harinya. Ia diberi tahu oleh petugas bahwa hasil swab yang diambil menunjukkan bahwa ia positif COVID-19.

"Spontan saya langsung melakukan isolasi mandiri di kamar, memisahkan diri dari keluarga. Di hari yang sama, saya minta laboratorium lain untuk datang dan melakukan uji swab PCR kepada keluarga saya dan orang-orang rumah yang berpotensi terpapar COVID-19 dari saya," lanjutnya.

Ilustrasi swab test. Foto: Shutter Stock

Setelah uji swab, Charles kembali mengurung diri di kamar agar ia tidak menulari anggota keluarga yang lainnya. Selain itu, ia juga cepat-cepat menelepon beberapa orang yang sempat bertemu dengannya selama sepekan terakhir.

Meski sudah dinyatakan positif COVID-19, Charles tetap tidak merasa kurang sehat. Namun, ia tetap mengurung diri dengan asumsi, mungkin ia termasuk orang tanpa gejala (OTG).

Menjadi OTG terkadang lebih berbahaya. Sebab, karena merasa sehat, mereka tidak sadar jika bisa menularkan virus dan bahkan menjadi super spreader bagi orang-orang di sekitarnya.

"Ada rasa cemas dan khawatir sembari menunggu hasil uji yang dilakukan terhadap orang-orang yang tinggal bersama dan kontak dekat dengan saya. Maklum, anak-anak saya masih kecil, 4 tahun dan 6 tahun. Belum lagi ada keponakan-keponakan saya yang sudah beberapa bulan tinggal di rumah saya," ungkap Charles.

Charles Honoris Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Setelah berjam-jam menunggu, akhirnya sekitar pukul 9 malam, hasil tes swab PCR kepada 21 orang di rumah Charles, termasuk ia sendiri, keluar. Semuanya dinyatakan negatif COVID-19, termasuk dirinya.

"Kami merasa senang dan lega anak-anak aman dari penularan COVID-19, tetapi di sisi lain juga bingung karena hasil uji terhadap saya negatif. Saya pun mencoba mencari penjelasan tentang hasil tes pertama melalui petugas lab dan berbagai literatur yang masih sangat terbatas mengenai tes COVID-19 di internet," tuturnya.

Karena masih penasaran sekaligus was-was dengan hasil tes yang berubah kurang dari 24 jam, Charles memutuskan untuk melakukan tes sekali lagi pada 6 Oktober. Hasilnya, ia dinyatakan negatif COVID-19 untuk kedua kalinya.

"Walaupun lega karena sudah ada 2 hasil test swab PCR yang mengkonfirmasi bahwa saya negatif COVID-19, saya tetap penasaran dengan hasil tes pertama," ucapnya.

instagram embed

Berdasarkan literatur yang ia baca, kata Charles, memang ada sekitar 1 persen kemungkinan hasil uji positif palsu atau false positive pada PCR. Dari penjelasan yang ia dapatkan dari beberapa sumber, Charles menduga ada dua kemungkinan mengapa uji swabnya yang pertama menunjukkan hasil positif.

"Pertama, kemungkinan sample terkontaminasi di laboratorium atau kedua, ketika sample diambil dari hidung atau tenggorokan, ada virus COVID-19 di sana, tapi tidak berhasil menginfeksi tubuh saya karena imunitas saya baik dan melawan virus itu," jelasnya.

Namun, apa pun alasannya, Charles mengaku bersyukur sudah kembali berstatus negatif COVID-19. Kejadian ini pun membuatnya lebih waspada dalam menjaga diri di tengah pandemi COVID-19.

"Di masa yang penuh dengan ketidakpastian ini kita harus bisa menjaga diri dan menjaga sesama kita dengan menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan kegiatan kita sehari-hari, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak. Dan yang tidak kalah penting, jaga dan tingkatkan imunitas dengan asupan makanan sehat dan rajin olahraga," pungkasnya.

****

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

embed from external kumparan