Cerita Anies Diingatkan BJ Habibie soal Pulau Reklamasi: Ini Raksasa

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama ibunya tiba di kediaman almarhum BJ Habibie. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama ibunya tiba di kediaman almarhum BJ Habibie. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menceritakan pengalamannya saat dipanggil Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie ketika isu Pulau Reklamasi ramai dibicarakan oleh masyarakat. Saat itu, Anies menuturkan Habibie menaruh perhatian khusus dan meminta mantan Mendikbud itu berhati-hati untuk menangani permasalahan itu.

"Beliau itu kalau ada sesuatu panggil. misalnya kemarin waktu ramai reklamasi, saya dipanggil. 'Anies yang dihadapi itu besar loh, Nies'. 'Kamu hati-hati, ini raksasa loh'. Jadi dia mengatakan itu sebagai ayah.' saya ini ayahmu'. 'Kamu anak ayah hati-hati'. Jadi beliau mengkhawatirkan terjadi sesuatu, dipanggil khusus," kata Anies di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Kamis (12/9).

Anies berpandangan, Habibie merupakan tokoh bangsa yang peduli terhadap permasalahan bangsa. Menurutnya, Bapak Teknologi itu tak terlalu suka berbicara di muka umum dan lebih suka melakukan pertemuan privat.

"Jadi poin saya adalah beliau itu peduli, beliau itu tidak diam. Tapi tidak muncul di publik. Tidak ada pernyataan, sebagai negarawan beliau membatas mana bicara di depan umum, mana pribadi privat. Tapi orang yang tidak pernah berhenti peduli soal Indonesia. Apakah saya satu-satunya dipanggil, tidak. Banyak orang dipanggil oleh Pak Habibie dan ngobrol," ucap dia.

Anies-Sandi temui BJ Habibie Foto: Antara/Galih Pradipta

Selain itu, Anies menuturkan Habibie merupakan pemimpin yang terbuka akan kritik yang disampaikan masyarakat selama memimpin. Baginya, Habibie merupakan seorang demokrat tulen.

"Lihat Pak Habibie reaksi beliau ketika mengalami era kebebasan. Era sebelumnya orang mengkritik ditangkap, di Pak Habibie mengkritik dibiarkan. Bahkan mencaci maki pun dibiarkan. Yang mencaci maki dijawabnya pake apa, senyum pula," kata Anies.

"Ini pelajaran tentang kematangan pribadi seorang demokrat tulen seorang negarawan tulen," lanjutnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menjenguk Presiden ke-3 RI BJ Habibie di RSPAD, Jakarta. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menurutnya, Habibie juga merupakan tokoh bangsa yang mampu menyampaikan pokok pikiran secara sistematis sehingga mudah dipahami.

"Ini prosesornya itu sistematis jadi kalau dia menjelaskan sesuatu runtut dan sistematis dan penuh antusiasme. Pernah Pak Habibie ngomong enggak pakai antusiasme? (Selalau) pakai antusiasme sepenuh hati," tutupnya.