kumparan
5 Juni 2018 12:56

Cerita Aria Pergi ke Jepang saat Berat Badan Capai 192 Kg

Video
Di sudut ruang tamu rumah Aria, terpajang sebuah foto dirinya kala berada di Negeri Sakura. Saat itu badan Aria masih besar-besarnya, tepatnya 192 kilogram.
ADVERTISEMENT
Kondisi tersebut menarik perhatian sejumlah media baik dari dalam maupun dari luar negeri, seperti dari Jepang dan Inggris.
Awak media mengunjungi kediaman Aria yang berada di Desa Cipurwasari, Kabupaten Karawang. Kondisi Aria yang dipenuhi gumpalan lemak di tangan, perut, dan kaki menjadi perhatian tersendiri. Badannya berubahi menjadi sangat besar dan geraknya pun menjadi terbatas.
Meski begitu, kondisi tersebut tidak menyurutkan sebuah televisi Jepang untuk mendatangkan Aria ke salah satu acaranya. Dan, pada November 2016 Aria akhirnya terbang ke Jepang didampingi oleh ayah dan ibunya.
“Waktu itu karena Aria geraknya susah, jalan 10 meter saja sudah ngos-ngosan. Jadinya dulu pakai dua troli barang diiket, Aria duduk di sana. Ke mana-mana pakai itu. Seluruh biaya ditanggung oleh mereka,” cerita Ade ayah Aria kepada kumparan, Rabu (30/5).
Aria Permana saat di Jepang (Foto: Ade Sumanti)
Sesampai di Jepang, orang tua mengaku agak kesulitan menyesuaikan makanan untuk Aria. Bila di Indonesia Aria biasanya minimal menyantap 3 bungkus mi instan lengkap dengan 2 telur serta 20 minuman manis kemasan, di Jepang kebiasaan tersebut tidak bisa dia lakukan.
ADVERTISEMENT
Selama seminggu Aria dan orang tuanya berada di Jepang. Selain diundang di acara televisi, pemerintah Jepang juga menawarkan pengobatan bagi Aria supaya terlepas dari jerat obesitas.
Aria Permana saat di Jepang (Foto: Ade Sumanti)
Akan tetapi tawaran tersebut ditolak karena jauhnya Negeri Sakura dengan kampung halaman. Dikhawatirkan hal tersebut akan justru merepotkan mereka.
“Untuk pakaian saja itu jahit sendiri, di toko tidak ada yang muat buat Aria,” cerita ibunda Aria tentang kesulitan yang dialami oleh anaknya selama mengalami obesitas luar biasa.
Aria Permana saat di Jepang (Foto: Ade Sumanti)
Aria dan kedua orang tuanya pun kembali ke Indonesia. Tak lama setelah kepergiannya ke Jepang, sebuah media dari Inggris datang mengunjungi rumah Aria. Mereka akhirnya memperkenalkan dengan dokter yang akhirnya membawa perubahan besar pada diri Aria.
ADVERTISEMENT
“Jadi waktu itu kebetulan ada media dari Inggris, kita diperkenalkan dengan ahli-ahli gizi yang kemudian sampailah kita dibawa ke rumah sakit Omni Internasional di Alam Sutera Tangerang, Banten. Kita dipertemukan dengan salah satu dokter bernama Handy Wing, dia spesialis bedah mengatasi bedah lambung,” urai Ade.
Aria pun menjalani operasi pengecilan lambung dan kemudian mengatur pola makannya. Dia tak lagi mengonsumsi makanan manis dan berminyak. Setelah 13 bulan berlalu sejak operasi April 2017 lalu, kini berat badannya turun dari 192 kg menjadi 106 kg. Saat ini, target terdekat Aria adalah bisa menurunkan berat badannya menjadi 80 kg.
Aria Permana (Foto: Charles Brouwson/kumparan)
------------------------------------------------
Ikuti kisah perjuangan Aria mengurangi berat badannya di topik Aria Bocah Obesitas di kumparan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan