Cerita Awal Menjamurnya Emak-emak Naik Motor

"Sen ke kanan belok ke kiri," menjadi materi percakapan ketika membahas perilaku ngawur pemotor perempuan di jalan.
Aksi perempuan mengendarai roda dua di jalan raya kerap dikaitkan dengan perilaku sembrono dan justru membahayakan diri sendiri serta pengendara lain.
Baca juga: The Power of Emak-emak
Meskipun, hal itu tak sepenuhnya benar. Banyak perempuan yang sadar betul soal keselamatan berkendara dan mematuhi aturan lalu lintas. Bahkan video soal perempuan piawai menjalani tes praktik SIM menjadi viral dan menuai decak kagum.
Sepeda motor yang jadi andalan perempuan umumnya yang berjenis motor matic. Jenis ini dipilih karena bentuknya yang kompak dan mudah dikendarai.
Tahun 2003 menjadi awal popularnya mengendarai sepeda motor di kalangan perempuan. Kala itu, motor matic garapan Yamaha, yakni Mio ditetaskan secara khusus untuk menyasar perempuan.
Tak cuma dari produk, kampanye iklan yang dilancarakan pun cukup agresif. Tessa Kaunang didapuk untuk memperkuat citra Yamaha Mio sebagai motornya perempuan.
Dalam sebuah video pariwara yang ditayangkan di stasiun televisi, Yamaha membuat pesan bahwa Mio hadir sebagai jawaban kendaraan roda dua yang mudah dikendarai dan nyaman untuk perempuan. Tagline "Yamaha Mio, wanita jangan mau ketinggalan," selalu disampaikan dalam akhir video pariwara.
Tak ketinggalan, materi video pariwara dibuat untuk menggambarkan perempuan lebih mandiri dan bebas beraktivitas dengan mengendarai sepeda motor. Selain Tessa Kaunang, Yamaha juga menggaet Bunga Citra Lestari untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan.
GM After Sales Division PT YIMM M. Abidin, saat ditemui beberapa waktu lalu mengamini bahwa Yamaha Mio memang menjadi pionir dan berhasil menciptakan segmen matic di Indonesia.
Fitur utama yang ditawarkan Mio kala itu adalah mesin 4-tak, SOHC, berpendingin udara yang menggunakan v-belt untuk menyalurkan tenaga ke roda belakang.
Hadirnya Yamaha Mio dan sukses membuka pasar baru. Bahkan motor yang awalnya didesain untuk perempuan turut diminati kaum adam. Kondisi ini tentu saja mempengaruhi pemain lain untuk mengeluarkan produk serupa.
Honda misalnya, ikut merilis Vario 110 cc untuk mengganggu dominasi Yamaha. Pada 2006, mereka pun menggunakan jasa Agnes Monica untuk membentuk sebuah persepsi kendaraan yang pas untuk perempuan muda.
Waktu berjalan, perempuan tentu saja tak cuma mengandalkan jenis motor matic. Bahkan tak sedikit dari mereka yang piawai mengendari sepeda motor berjenis sport untuk menunjang kegiatan harian.
