Cerita Ayah Anaknya Hilang 1 Tahun di Semarang, Minta Polisi Bantu Pencarian

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Singgih (42), ayah dari Mozza Axillia Gunarsa (18) yang hilang dari rumah setahun lamanya. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Singgih (42), ayah dari Mozza Axillia Gunarsa (18) yang hilang dari rumah setahun lamanya. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Suara Singgih (42) bergetar, air matanya tak henti-henti mengalir mengingat kenangan tentang putri sulungnya, Mozza Axillia Gunarsa (18), yang menghilang dari rumah setahun lamanya.

Ia tak menyangka pesan WhatsApp pada 25 Juni 2025 yang dikirmkan putrinya menjadi pesan terakhir. Sejak saat itu keberadaan putrinya bak hilang ditelan bumi.

"Yah, kakak keluar sm mbak ayuk ke rumah tmn mb ayuk yg dikodam, nganter laptop mau dipinjam tmn mbk ayuk".

Begitu pesan Mozza kepada sang ayah. Pesan itu kemudian dijawab "iya".

Namun, pagi berganti siang, siang berganti malam, hari berganti bulan pesan itu tak lagi berbalas. Centang satu. Foto profil WhatsApp anaknya pun menghilang. Hampir satu tahun keluarga itu menunggu kabar dan kedatangan Mozza.

Ayuk yang disebut memiliki janji dengan Mozza pun mengaku tak pernah ada janji temu pada hari itu.

Singgih (42), ayah dari Mozza Axillia Gunarsa (18) menunjukkan isi chatnya sebelum anaknya hilang dari rumah. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

"Saat itu memang saya sudah curiga biasanya kalau pergi itu pasti foto tempatnya, laporan. Tapi kok kali ini tidak. Dan sampai sekarang tidak pernah ada kabar apa pun, atau petunjuk apa pun yang dikirimkan oleh Mozza," ujar Singgih saat ditemui di kediamannya, Rabu (8/7).

Singgih sudah melapor ke Polres Semarang, namun hingga kini belum ada hasil. Polisi bilang, keberadaan anaknya belum diketahui.

"Saya sudah lapor ke Polres Semarang ke Polda Jawa Tengah tapi belum ada hasil. Menurut saya prosesnya lama, dan terkesan bertele-tele," ucap dia.

Ponsel Mozza sebenarnya sudah ditemukan dan saat ini diamankan di Polres Semarang. Menurutnya, melalui ponsel itu keberadaan Mozza bisa dilacak.

"Ponselnya itu ketemu di Kota Lama sekitar September 2025. Ada orang yang menemukan, tapi kondisinya sudah direset. Tapi kan mungkin masih bisa dipulihkan bisa diselidiki lewat itu," jelas dia.

Selain ponselnya, KTP dan SIM milik Mozza juga ditemukan seorang tukang becak tercecer di Jalan Dr Cipto Semarang. Ia tak tahu mengapa SIM, KTP dan ponsel milik Mozza justru ditemukan di jalanan.

"KTP dan SIM-nya ditemukan di jalan. Oleh tukang becak kebetulan saat itu ada tetangga desa yang tahu dan langsung dikembalikan ke saya. Saya sudah minta polisi untuk membuka CCTV di jalan itu tapi tidak diberikan," jelas dia.

Singgih dan istrinya sudah bolak-balik datang dan meminta kelanjutan penanganan peristiwa itu kepada polisi. Informasi baru yang ia dapatkan termasuk kecurigaan terhadap seorang lelaki, sudah dilaporkan namun hingga kini masih belum ada hasil.

Mozza Axillia Gunarsa (19) warga Kabupaten Semarang yang hilang dari rumah setahun lamanya. Foto: Dok. Istimewa

"Jadi ada akun media sosialnya yang masih nyangkut di tab Mozza, saya buka dan ada salah satu akun yang rutin berkomunikasi dengan Mozza. Saya minta polisi menyelidiki siapa pemilik akun itu, tapi belum dilaksanakan tampaknya. Padahal menurut saya itu petunjuk penting," ungkap Singgih.

Sebagai orang tua, ia pun tak pernah berdiam diri. Ia sudah mencari Mozza hingga ke berbagai kota, mengelilingi Semarang dan sekitarnya, Solo, bahkan ke Indramayu, Jawa Barat hingga Jombang, Jawa Timur.

"Saya sering dapat info ada yang lihat di sini, di sana. Saya datangi sampai ke mana-mana. Kalau yang Jombang itu memang bersama penyidik karena nomor lama Mozza tiba-tiba terdeteksi di Jombang tapi ternyata sudah dipakai orang lain," jelas Singgih.

Singgih juga mencari keberadaan anaknya lewat media sosial. Ia juga berusaha dengan menghubungi Bupati Semarang, Gubernur Jawa Tengah, petinggi kepolisian melalui direct massage Instagram agar kasus ini mendapat atensi.

"Tapi tidak pernah ada jawaban atau ditanggapi. Sampai sekarang saya selalu cari lewat media sosial," ucapnya menahan tangis.

Ia membayangkan jika Mozza tak hilang seperti ini, putri sulungnya itu sudah pasti memakai jaket almamater milik Universitas Diponegoro, kampus yang menjadi impiannya. Mozza mungkin tak pernah tahu jika ia sudah diterima menjadi mahasiswa baru di Undip satu bulan sebelum ia menghilang.

"Jadi mungkin Mba Mozza belum tahu dia keterima jadi mahasiswa di Undip. Bulan Juli 2025 itu pengumuman penerimaan mahasiswa baru dan anak saya diterima," katanya sambil mengusap air mata.

Ia yakin Mozza terlalu nekat untuk pergi sendiri bahkan hingga berbulan-bulan lamanya. Maka itu, menurutnya ada campur tangan orang lain sehingga Mozza menghilang.

Ilustrasi orang hilang. Foto: Shutter Stock

Apalagi sang anak dikenal penurut, pendiam, pintar dan berprestasi. Nyaris tidak pernah ada sikap atau kelakuannya bikin orang tua khawatir.

"Waktu pamit pergi itu tidak ada masalah apa pun dengan keluarga. Pergi itu hanya membawa tas kecil saja, STNK tidak dibawa, charger ponselnya saja ditinggal. Dia tidak mungkin pergi sendiri pasti dibantu orang lain. Dari kecil anaknya itu sudah mandiri, baik, berprestasi, tidak pernah aneh-aneh," tegas Singgih.

Kini ia berharap Mozza bisa kembali pulang dan berkumpul dengan keluarga. Ia juga meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini hingga terang.

"Saya minta kalau Mozza lihat ini. Pulang, nak, sini ke rumah, kita kumpul lagi, kita jalan-jalan lagi. Kasihan ibu sama adik kamu. Pulang, nak. Saya percaya anak saya masih hidup dan dalam kondisi selamat," kata Singgih.