Cerita Bang Onim Dicurigai Mata-mata Israel: Kamera Diambil, HP Diperiksa
·waktu baca 3 menit

Abdillah Onim datang ke Gaza bukan hanya untuk ikut-ikutan berkoar soal kemanusiaan. Hatinya untuk Palestina, mereka yang hidup sengsara karena puluhan tahun diserang pasukan zionis Israel.
Banyak cerita yang Bang Onim dapat selama mengabdi di Gaza sejak 2009. Salah satu yang paling diingatnya adalah pernah dicurigai sebagai mata-mata Israel.
"Alhamdulillah 2010 Bang Onim mulai tinggal di sana dan sudah mulai beradaptasi dengan masyarakat Gaza. Tentunya untuk beradaptasi dengan masyarakat Gaza bagi warga asing itu tidak mudah," kata Bang Onim melalui program Diplomatic Talk (DipTalk) yang tayang di YouTube kumparan pada Sabtu (18/11).
"Karena kita harus meyakinkan kepada mereka bahwa Bang Onim bukan mata-matanya Israel," sambungnya.
Pria asal Maluku Utara itu paham bila warga maupun pejuang Palestina mencurigainya sebagai mata-mata. Sebab, manuvernya di Gaza untuk liputan maupun menjadi relawan sangat luas.
Bang Onim sampai ke perbatasan. Bertemu dan menggali cerita dari anak-anak Palestina yang kehilangan orang tuanya karena serangan rudal maupun roket Israel.
"Karena kan salah satu — mungkin satu-satunya warga Indonesia yang benar-benar manuvernya itu sangat luas, bisa pergi ke perbatasan, bisa bertemu dengan anak yatim — tidak mudah. Karena kan pejuang Palestina yang ada di sana pasti melihat ini," katanya.
"Kok keluarga asing bebas banget ya masuk ke pengungsian, bertemu dengan warga. Itu Bang Onim sempat dicurigai sebagai mata-mata Israel," imbuh Bang Onim.
Bang Onim yang sehari-hari melihat mayat di jalanan ketika Israel menyerang ini, sudah biasa merasakan diinterogasi. Sebab, kelompok seperti Hamas tak ingin ada penyusup yang bisa menjadi musuh dalam selimut.
"Tidak hanya dicurigai, tapi Bang Onim juga sempat berkali-kali diinterogasi karena berada di wilayah konflik dan sangat sensitif bagi warga asing yang ada di sana. Kamera diambil, handphone diperiksa — itu tidak hanya 1-2 kali, lebih dari 10 kali," jelas Bang Onim- yang juga lama menjadi relawan MER-C itu.
Bang Onim pun berusaha meyakinkan mereka yang mencurigainya sebagai mata-mata zionis Israel. Menegaskan bahwa dirinya warga Indonesia yang ingin mengabdi di Gaza demi kemanusiaan.
Akhirnya kelompok seperti Hamas dan Fattah pun percaya ke Bang Onim. Baginya, Palestina seperti negara keduanya.
"Tapi saya juga paham bahwa ini sudah menjadi tugas mereka untuk menjaga wilayah mereka di Jalur Gaza. Saya tetap berusaha untuk meyakinkan kepada mereka bahwa saya orang Indonesia yang datang ke sini untuk kemanusiaan, datang ke sini untuk masyarakat Palestina. Alhamdulillah dengan sendirinya mereka memahami. Baik itu dari pihak Hamas maupun Fatah dan pejuang Palestina —," urai Bang Onim yang telah dievakuasi ke Indonesia beberapa pekan lalu.
"Karena mereka juga tahu bahwa jumlah muslim terbesar di dunia adalah di Indonesia dan Bang Onim hadir di sana atas nama merah putih atas nama Indonesia," tutup dia.
