Cerita Bupati Bogor Ditelepon KDM, Diminta Tengok SMKN 1 Cileungsi yang Roboh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas BPBD Kabupaten Bogor di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/9/2025). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas BPBD Kabupaten Bogor di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/9/2025). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan langsung ditelepon Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi, saat Dedi baru menerima kabar runtuhnya atap SMK Negeri 1 Cileungsi.

Bangunan SMK Negeri 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, runtuh saat pelaksanaan Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM), Rabu (9/9), melukai 31 orang.

"Kami pertama sangat mengapresiasi Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM). Beberapa saat yang lalu beliau langsung telepon ke saya dan Pak Wakil Bupati," kata Rudy di Jonggol, Rabu (10/9).

Ia melanjutkan, Dedi menyampaikan kepada Rudy untuk segera menengok SMKN 1.

"Pemprov Jabar ingin memastikan bahwa kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu dan minta berkolaborasi bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor," ujarnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat Program Info A1 kumparan di Jakarta, Kamis (31/7/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Meski kewenangan tingkat SMA/SMK berada di Pemprov Jabar, Rudy menambahkan, para pelajar yang bersekolah di sana adalah anak-anak dari Kabupaten Bogor.

Ia menegaskan, kerusakan SMK Negeri 1 Cileungsi merupakan tanggung jawab bersama antara Pemprov Jabar dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.

"Maka tanggung jawab kita bersama-sama, tidak saling tunjuk, tapi sama-sama kita buat yang terbaik agar KBM tidak terganggu," ujar Rudy.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengecek lokasi bencana banjir bandang yang menerjang kawasan Pondok Pesantren Al Barokah, Kampung Rawa Sedek, RT 01/04, Desa Megamendung. Foto: Instagram/ @kabupaten.bogor

Sebagai informasi, peristiwa runtuhnya atap SMK Negeri 1 Cileungsi mengakibatkan 31 korban yang mengalami luka-luka.

Sebanyak 20 orang di Rumah Sakit Thamrin dan 5 orang di Rumah Sakit Merry sudah dinyatakan telah selesai penanganan dan diperbolehkan pulang.

Sementara 6 orang lainnya masih menerima perawatan di Rumah Sakit Thamrin.