Cerita Crazy Rich Surabayan di Balik Video Viral Bagi Uang dan Sembako Gratis

Pasangan suami istri Tom Liwafa dan Delta Hesti Chandra Pratiwi viral di media sosial setelah memberikan bantuan sembako dan uang untuk warga yang membutuhkan.
Banyak orang yang mengapresiasi aksi terpuji pasangan suami istri tersebut. Kehidupan keduanya pun membuat masyarakat penasaran. Pasangan yang yang dijuluki ‘Crazy Rich Surabayan’ ini merupakan pengusaha sukses di berbagai bidang mulai dari fashion, kecantikan hingga kuliner.
Hesti dan suaminya yang pernah hidup susah, membuat mereka ingin terus untuk berbagi dengan sesama.
“Kalau memberi bantuan itu sudah saya lakukan sejak lama mau di share atau enggak di share di sosial media, itu selalu saya lakukan bersama suami saya karena basicnya saya dari orang kurang mampu bisa bilang tunawisma, jadi saya sudah mengerti bagaimana perihnya enggak punya uang, gimana cari uang itu susah banget jadi itu kaya miris aja,” kata Delta Hesti kepada kumparan, Selasa (12/5).
Tidak hanya membagikan sembako dan uang untuk warga yang melintas di pinggir jalan, Hesti juga mendatangi langsung rumah warga yang kurang mampu.
“Kalau ke gang-gang itu orang-orang banyak yang kenal di Surabaya. Saya juga kan pernah miskin jadi kebanyakan orang orang yang saya kasih itu ada yang saya kenal, jadi memang saya selalu tanya, jadi kan saya juga dulu tinggalnya di bantaran sungai, dulu pernah ngamen juga, “ tambahnya.
Hesti juga berharap aksi yang dilakukan untuk berdonasi kepada warga kurang mampu dapat menginspirasi sesama pengusaha.
“Kita sebagai pebisnis, omzet kita saat ini pasti turun karena pandemi, tapi entrepreneur pasti punya tabungan dong dari sebelum corona, karena itu sebagai entrepreneur kita juga harus peduli jangan sama diri sendiri. Kita harus peduli sama orang-orang yang terdampak seperti karyawan, ibaratnya kita harus ‘mecah celengan’ untuk kita berbagi, tindakan yang kami lakukan biar enterpreneur lain bisa mengikutinya, “ kata Hesti.
Kesuksesan yang diraih oleh hesti bukan berasal dari pendidikan tinggi, karena dirinya hanyalah tamatan Sekolah Dasar (SD). Hal itu karena penghasilan sehari-hari kedua orang tuanya tidak cukup untuk menyekolahkan Hesti dan adiknya kala itu. Hesti memulai bisnisnya saat masih berpacaran dengan Tomliwafa pada 2010.
"Kami pacaran tapi produktif. Kebetulan orang tua saya banyak utangnya lalu kami cari cara bagaimana untuk muter uangnya, karena kalau kita kerja ikut orang rasanya enggak akan bisa sukses, “ ucap Hesti
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
