Cerita di Balik Billboard Puan: Dipasang Anggota DPR PDIP se-Indonesia

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPP PDIP bidang Pemenangan Pemilu Bambang Pacul. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPP PDIP bidang Pemenangan Pemilu Bambang Pacul. Foto: Dok. Istimewa

Billboard dan baliho Puan Maharani belakangan banyak terlihat di sejumlah daerah di seluruh Indonesia. Dalam billboard bertuliskan 'Kepak Sayap Kebhinnekaan' itu, tampak foto Puan dan ada lambang banteng bermoncong putih sebagai lambang PDIP serta tulisan 'Ketua DPR.'

Lalu, bagaimana awal mula pemasangan billboard dan baliho Ketua DPP PDIP itu? Benarkah ada instruksi pemasangan?

Sekretaris Fraksi PDIP DPR yang juga Ketua DPP PDIP bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto menjelaskan, ide awal pemasangan billboard bermula dari anggota DPR PDIP. Ide ini muncul dari sebuah diskusi antaranggota Fraksi PDIP pada Juni lalu.

Dari situlah muncul instruksi pemasangan billboard bagi seluruh anggota DPR.

kumparan post embed

"Mula-mula terjadi diskusi di lantai 7 (ruangan Fraksi PDIP). Kawan-kawan anggota dewan ngobrol, dari sana ada usulanlah membuat billboard Mbak Puan. Mbak Puan ini pasukannya banyak. Ya sudah, maka billboard dipasang oleh semua anggota fraksi di DPR, seluruh dapil," kata pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu pada kumparan, Jumat (6/8).

Ia menjelaskan, ide ini kemudian dikoordinir oleh pimpinan fraksi agar pemasangan billboard bisa berjalan rapi dan lancar. Pimpinan fraksi PDIP saat ini selain Pacul adalah Utut Adianto selaku ketua fraksi PDIP.

Baliho Puan Maharani di salah satu ruas jalan di Kota Mamuju, Sulawesi Barat. Foto: Adi Pallawalino/SulbarKini

Agar memiliki dampak yang signifikan, maka pemasangan billboard oleh seluruh anggota DPR diminta serentak.

"Agar supaya punya dampak, pemasangannya harus serentak, menurunkan berharap serentak," jelas Pacul.

Pacul mengatakan, disepakati pemasangan billboard pada 15 Juli dan akan diturunkan pada 15 September mendatang.

Ide ini kemudian disampaikan para anggota fraksi pada Puan dalam rapat pleno Fraksi PDIP Juni lalu. "Mbak Puan ketawa-ketawa saja," cerita Pacul.

Lebih lanjut, masing-masing anggota DPR diberi kebebasan mau memasang berapa billboard. Jika ada anggota DPR yang tidak memiliki cukup biaya untuk memasang billboard, maka akan dibantu oleh fraksi.

Selain itu, Pacul menceritakan, ada 6 dapil yang tidak memiliki anggota DPR dari PDIP. Maka, di 6 dapil itu, billboard akan dipasang oleh Ketua DPD di wilayah itu.

"Yang tidak ada itu kan Sumbar 1, Sumbar 2, lalu ada NTB 1, NTB 2, kira-kira itu. Nah, itu yang memasang Ketua DPD-nya," jelas Pacul.

Baliho Puan Maharani di Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Pacul menjelaskan, alasan utama adalah bentuk kebanggaan dari para anggota DPR atas prestasi Puan.

"Anggota Fraksi PDIP di DPR ini kan merasa berbangga hati. Ini Ketua DPR wanita pertama, paling muda. Ada 23 Ketua DPR sejak republik kita merdeka. Dari 23 itu, yang wanitanya cuma Mbak Puan, yang muda juga Mbak Puan," kata Pacul.

Apakah pemasangan billboard terkait Pilpres 2024?

"Itu kan persepsi orang, siapa yang melarang? Yang perlu kau garis bawahi, pikiran dan perasaan manusia tidak bisa dipenjara," tutup dia.