Cerita Din Syamsuddin saat Kunjungi Kazan Rusia: Sangat Indah, Banyak Umat Islam
ยทwaktu baca 2 menit

Mantan Ketum PP Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin menceritakan saat dirinya mengunjungi Rusia pada 19 Mei 2022. Din mengatakan, saat itu dia bertandang ke Kazan Republik Tatarstan, bagian dari Rusia.
"Saya sebagai anggota kelompok visi strategis Rusia dan dunia Islam yang baru saja rapat di Kazan, Republik Tatarstan, dua minggu lalu," kata Din saat menerima rombongan ulama Rusia di sebuah rumah di Jalan Imam Bonjol Nomor 16, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/6).
Din menyebut, di Kazan cukup banyak penduduk memeluk agama Islam. Padahal, Islam bukan agama mayoritas di Rusia.
"Itu negara bagian Federasi Rusia indah sekali, banyak umat Islam di sana dan presidennya sahabat baik saya, saya kenal dekat Mr Rustam (Rustam Minikhanov)," ucap Din.
Din lantas menjelaskan maksud kunjungan rombongan ulama Rusia bertamu ke Indonesia. Rombongan itu dipimpin oleh Shaikh Albir Krganov, mufti yang juga merupakan ketua majelis ulama di Rusia.
"Kunjungan mufti dan delegasi ini akan semakin mempererat hubungan antara kedua belah pihak dan apalagi ada juga pengusaha mungkin dari chamber of commerce Rusia atau dari republik yang ada di Rusia. Nanti bisa dibicarakan hubungan kerja sama dalam bidang bisnis," kata Din.
Rusia dan Tuhan Yang Maha Esa
Sementara Shaikh Albir Krganov menuturkan, Rusia adalah salah satu negara maju modern yang sangat mengusung kebebasan beragama.
"Boleh dikatakan bahwa Rusia modern, Rusia sekarang ini tidak hanya merupakan suatu negara yang terbuka untuk agama, tetapi bagi kami penting sekali bahwa di undang-undang dasarnya sudah tercantumkan suatu pengertian mengenai Tuhan Yang Maha Esa," kata Krganov.
Tak hanya itu, dalam undang-undang mereka, diatur dengan jelas mengenai pentingnya untuk saling menghormati antarpemeluk agama.
"Ada lebih dari 300 undang-undang dan turunannya yang berkaitan dengan agama dan kebebasan agama," ucap Krganov.
Di Rusia telah diterima suatu undang-undang khusus yang melarang penghinaan perasaan orang agama dan apa yang terjadi di Prancis di mana Nabi Muhammad telah dihina melalui karikatur, di Rusia tidak mungkin sama sekali.
-Shaikh Albir Krganov dari Rusia
