Cerita Doni Monardo Ngobrol dengan Pejabat Positif Corona tapi Tak Tertular

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Doni Monardo mengecek kesiapan pembukaan dua tower di RSD Wisma Atlet Kemayoran untuk isolasi pasien corona. Foto: BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Doni Monardo mengecek kesiapan pembukaan dua tower di RSD Wisma Atlet Kemayoran untuk isolasi pasien corona. Foto: BNPB

Ketua Satgas COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo menceritakan pengalamannya pernah berbincang dengan pejabat yang positif COVID-19. Namun karena selalu pakai masker dan jaga jarak, ia tak tertular.

Doni menyebut, ruangan kantor Kepala BNPB pun di-setting sesuai protokol COVID-19. Yang semula sofa, dikeluarkan semua diganti kursi biasa yang gampang dibersihkan. Jarak antar kursi pun diatur 2 meter.

"Dalam beberapa kesempatan, tamu yang berkunjung beberapa hari berikutnya positif COVID. Padahal kami bersama para staf cukup lama ngobrol dengan pejabat tersebut. Bahkan sempat satu lift," kata Doni dalam diskusi virtual yang dihelat BNPB, Rabu (21/10).

Lalu, Doni juga pernah punya pengalaman satu pesawat dengan sahabat yang nyatanya positif COVID-19. Namun, ia selalu taat protokol kesehatan seperti memakai masker.

"Kemudian dalam satu peristiwa saya pernah bersama sahabat saya ikut dalam penerbangan dan juga satu kendaraan dan positif COVID. Tapi sejak awal saya tidak pernah lepas masker dan saya menganggap siapa pun orang, sedekat apa pun dengan saya berpotensi menularkan," tutur dia.

"Alhamdulillah para pejabat BNPB belum ada yang terpapar COVID. Walaupun di antara staf dan karyawan ada, tetapi sebagian besar terpapar dari keluarga," sambungnya.

Menurut Doni, akan menjadi citra yang tidak baik kalau ia terpapar corona. Apalagi ia adalah Ketua Satgas.

"Seandainya saya sebagai Kepala BNPB dan Ketua Satgas terpapar COVID tentunya juga tidak akan bagus bagi bangsa Indonesia. Komandannya Satgas lantas kena COVID," tegas dia.

Kepala BNPB Doni Monardo di Sumatera Utara. Foto: BNPB

Wajibkan Tamu yang Ingin Bertemu Rapid Test Antigen

Setelah dua kejadian tersebut, staf Doni pun semakin mengetatkan protokol. Setiap tamu yang ingin bertemu dengannya wajib rapid test antigen.

"Setelah itu staf saya mewajibkan seluruh tamu yang ingin bertemu saya melakukan swab antigen. Mereka yang meminta waktu ketemu ada beberapa positif COVID dari swab antigen, kemudian PCR test positif. Alat ini bagus akurasinya dibanding rapid test antibodi," tutur dia.

"Masker dan jaga jarak modal utama kita. Selama vaksin dan obat belum ada vaksin terbaik adalah protokol kesehatan," tutupnya.