Cerita Eva, Calon Jemaah Umrah Abu Tours Medan, yang Rugi Rp 70 Juta

Pintu kantor Abu Tours cabang Kota Medan yang berlokasi di Jalan Abdullah Lubis tampak tertutup rapat. Sebuah tulisan berisi nomor kontak dari pihak Abu Tours tertempel di depan pintu gerbang kantor.
Sengkarut pemberangkatan umrah biro perjalanan itu juga dirasakan oleh calon jemaah di Kota Medan. Mereka batal berangkat dari jadwal yang telah ditetapkan.
Salah satu korbannya adalah Eva (bukan nama sebenarnya). Ia mengungkapkan harus merugi Rp 70 juta akibat keberangkatannya bersama keluarga ke Tanah Suci tak ada kepastian. Padahal ia sebelumnya dijadwalkan Abu Tours berangkat pada bulan Februari.
"Saya, kedua orang tua saya dan adik saya, sampai sekarang tidak ada kabar untuk pemberangkatan. Padahal mereka janjinya di bulan Februari. Bahkan paspor dan surat-surat kami udah diminta mereka. Tapi enggak ada kejelasan sampai sekarang," ungkap Eva kepada kumparan (kumparan.com), Senin (26/3).

Cerita pilu itu disampaikan Eva ketika mendatangi kantor Abu Tours dengan harapan setidaknya dapat mengambil kembali dokumen yang sudah diserahkan.
Ia mengaku pernah mengajukan gugatan ke pihak Abu Tours dan sudah ditindaklanjuti dengan pemanggilan karyawan yang mengurus berkas miliknya. Namun sehari setelah pemanggilan, agen tersebut malah mengundurkan diri dan tidak ada kejelasan dan kelanjutannya.
Eva mengaku siap untuk memproses permasalahan pemberangkatan Abu Tours itu ke jalur hukum. Ia berharap calon jemaah lain yang ikut menjadi korban untuk ikut serta melaporkan permasalahan itu ke pihak berwenang.
"Sudah sejak kemarin-kemarin saya ajak (calon jemaah) yang lain untuk ikut melaporkan, tapi mereka pasrah-pasrah aja. Mereka bilang karena saya yang muda, jadi saya aja yang maju, begitu," jelasnya.
Eva mengatakan dari informasi yang didapatkannya, kantor Abu Tours cabang Medan sempat buka kembali pada tanggal 10 Maret. Namun sejak itu ia tak pernah lagi melihat kantor tersebut buka.
Eva bersama keluarga mendaftar di Abu Tours sejak bulan Mei 2017. Ia mengaku mengetahui Abu Tours dari orang terdekatnya yang menyebut rekam jejak biro umrah itu baik.
Terkait sengkarut perjalanan umrah ini, kata Eva, pihak Abu Tours sempat menjanjikan keberangkatan mereka di tahun ini. Namun dengan syarat harus mau membayar uang tambahan sebesar Rp 15 juta per orang. Eva yang merasa ada ketidak beresan itu lantas menolaknya.
"Saya tolaklah, ini aja udah enggak betul. Mau minta uang tambahan pula lagi. Mau berapa banyak rugi kami?" imbuh Eva dengan nada geram.
