Cerita Gibran Beri Pil Penambah Darah pada MBG di Salatiga Buat Cegah Stunting

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wapres Gibran Rakabuming Raka menghadiri menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (12/11/2025). Foto: YouTube/ Wakil Presiden Republik Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Wapres Gibran Rakabuming Raka menghadiri menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (12/11/2025). Foto: YouTube/ Wakil Presiden Republik Indonesia

Wapres, Gibran Rakabuming Raka, mengungkapkan paket makan bergizi gratis (MBG) kali ini juga sudah ditambahkan dengan pil penambah darah. Ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah stunting.

Hal itu disampaikannya dalam acara Rakornas Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Kantor Kemenkes, Jakarta, Rabu (12/11).

Gibran mengungkapkan, makanan MBG dan pil penambah darah itu sudah dijalankan pada sekolah di daerah Salatiga.

"Minggu lalu saya ke Salatiga. Jadi kita ke salah satu sekolah ya. Mereka menerima MBG sekaligus menerima pil penambah darah," kata Gibran.

Menurutnya, pemberian pil penambah darah ini penting dalam mencegah stunting.

"Ini sangat penting sekali. Dan pastikan anak-anaknya meminum obatnya," ungkapnya.

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau program Makan Bergizi Gratis di SMPN 9, Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (7/11) usai meninjau CKG. Foto: Zamachsyari/kumparan

Saat ini juga, Gibran menambahkan, berbagai upaya tengah dilakukan untuk menurunkan tingkat stunting di Indonesia. Sosialisasi kepada masyarakat pun terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dalam mencegah stunting.

"Pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian ASI eksklusif enam bulan, dan juga MPASI, dan juga pemberian imunisasi lengkap," jelas dia.

Gibran juga meminta agar penanganan stunting ini dilakukan secara komprehensif. Masalah kebersihan lingkungan juga mesti diperhatikan karena merupakan salah satu penyebab stunting.

"Saya titip pesan juga, Bapak-Ibu, ini penanganan stunting ini harus komprehensif. Tadi sudah disampaikan Pak Menteri, selain masalah kesehatan, ini masalah tempat tinggal, sanitasi, air bersih, drainase sekitar rumah, ini perlu diprioritaskan juga. Ke depan sekali lagi kolaborasi, koordinasi lintas sektor, ini sangat penting sekali," paparnya.

Gibran menjelaskan, tingkat prevalensi stunting pada 2024 terdapat pada angka 19,8 persen. Jumlahnya turun sebanyak 357 ribu dibandingkan 2023 lalu. Jumlah ini juga lebih baik dari proyeksi Bappenas yang hanya menargetkan 20,1 persen.

"Namun demikian ke depan tantangannya masih besar Bapak-Ibu semua. Bapak Presiden menargetkan penurunan angka stunting di 2029 dan di angka 14,2 persen," tuturnya.