Cerita Gubernur Sulsel Tentang Orang Bugis yang Berani Ambil Risiko

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Syahrul Yasin Limpo (Foto: Facebook/Syahrul Yasin Limpo)
zoom-in-whitePerbesar
Syahrul Yasin Limpo (Foto: Facebook/Syahrul Yasin Limpo)

Ratusan warga Sulawesi Selatan (Sulsel) berkumpul di TMII, Jakarta Timur. Mereka berbuka puasa bersama. Tamu undangan yang hadir yakni Wapres JK, serta beberapa pejabat asal Sulsel, dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

{Baca: Sandi Uno Soal Lepas Saham Bir: Kita Wujudkan Seluruh Janji Kampanye}

Dalam acara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo didaulat untuk memberikan sambutan. Di TMII, Sabtu (3/6), Syahrul mengawali sambutannya tentang orang Bugis yang pemberani.

"Orang Bugis Makassar berani ambil keputusan, manage risk bahkan kita mau berlayarpun mengundang risiko. Itu kenapa kita punya Wapres, menteri, anggota DPR orang Makassar," kata Syahrul.

JK di acara buka puasa bersama masyarakat Sulsel (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
JK di acara buka puasa bersama masyarakat Sulsel (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

Dia lalu melanjutkan, masyarakat Sulsel juga berpegang pada Tuhan dan Pancasila.

"Kita tak punya apa apa tanpa Tuhan," tegas dia.

Kemudian dia melanjutkan ceritanya mengenai proses pembangunan di Sulsel yang terus berjalan. Menurutnya itu bisa terlaksana karena bantuan Wapres JK.

"Semua ini tentu saja atas support Pak Wapres. Kami di Sulsel ini alhamdulillah pembangunannya cukup baik. Kemarin hanya 42 penerbangan per hari sekarang 124 penerbangan per hari. Kami beri makan ke-22 provinsi. Kami meraih 200 penghargaan nasional. Pak Wapres kami sangat berharap kereta api jangan dipotong lagi pak. Dan Pak Wapres saya kira kita mau Kereta Api dibangun di Sulsel," urai dia panjang lebar.

Satu hal lagi yang dibanggakan Syahrul Yasin, yakni Provinsi Sulsel yang selalu meraih predikat wajar tanpa pengecualian atau WTP dari BPK dalam hal audit keuangan.

"Kami WTP 7 kali pak. Kami murni tak bayar loh pak. Hehehe," tutup dia.