Cerita Habibie Saat Masa Kuliah Hingga Bisa Bikin Pesawat Terbang

Mantan Presiden BJ Habibie punya cerita sendiri yang ia bagikan secara khusus kepada 1.000 orang alumni penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pemerintah (LPDP). Salah satu cerita yang menginspirasi adalah saat dimana Habibie menempuh pendidikan di Jerman.
Ia mengatakan banyak pengalaman selama ia belajar di Jerman. Dibesarkan di Tanah Air dan kemudian dibiarkan untuk belajar di Eropa sendirian.
Habibie harus memilih tempat tinggal yang jauh dari kota. Ia pun memilih tempat tinggal dengan fasilitas seadanya. Ia tidak pernah canggung untuk berjalan kaki dari tempat tinggalnya ke kampus agar bisa menghemat biaya transportasi.
"Saya ceritakan ini bukan untuk pamer, kalau saya bisa lulus kuliah dengan makan seadanya dan hanya berjalan kaki tanpa kendaraan. Begitu juga Anda. Anda bisa sukses di bidang yang Anda benar-benar tekuni, Anda bisa jadi apa saja," kata Habibie yang langsung disambut tepuk tangan dari 1.000 penerima LPDP di Gedung Dhanapala, kantor Kementerian Keuangan, Senin (6/2).

Namun siapa sangka, berkat perjalanan hidupnya yang susah itu, Habibie justru mampu membuat pesawat terbang. Karyanya yang paling dikenal adalah N250.
"Saya hanya bercita-cita membuat pesawat terbang, bukan pesawat tempur. Pesawat terbang yang bisa membawa rakyat Indonesia ke titik-titik maritim yang luas di Indonesia. Tentunya tidak dibiayai hasil ekspor sumber daya alam atau utang tapi dari keringat rakyat," tuturnya.
Hal inilah yang menjadi pelajaran berharga bagi generasi muda Indonesia sekarang. Menurut Habibie dengan kecanggihan teknologi maka seharusnya generasi muda Indonesia mampu menciptakan berbagai karya hebat yang berguna bagi banyak orang.
"Untuk itu kuncinya adalah pada karya-karya Anda. Terus berusaha menjadi yang terbaik, unggul dan Anda akan bisa mencapai puncak kesuksesan. saya bilang kita jangan hanya memperhatikan neraca pembayaran tapi juga neraca jam kerja. Ini kunci untuk masa depan bangsa yang lebih baik," ucapnya.
