Cerita Haerul Belajar Rakit Pesawat dan Jadi Pilot Hanya dari YouTube

20 Januari 2020 18:13 WIB
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Haerul saat uji terbang pesawatnya Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Haerul saat uji terbang pesawatnya Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Aksi Haerul, pemuda asal Pinrang, Sulawesi Selatan, yang merakit pesawat terbang sendiri menyita perhatian publik. Ia berhasil membuat dan menerbangkan pesawat model Ultralight buatannya, meski hanya belajar merakit secara otodidak.
ADVERTISEMENT
Haerul mengaku membuat pesawat hanya bermodalkan belajar dari channel YouTube. Ia dibantu oleh beberapa rekannya untuk merakit pesawat dengan berbahan barang-barang bekas, seperti mesin sepeda motor.
"Iya belajar, belajar dari Youtube. Iya dari YouTube belajarnya. Kebanyakan (channel) luar negeri," kata Chaerul usai bertemu dengan Kastaf Kepresidenan, Moeldoko, di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/1).
"Bahkan jadi pilot pun dari YouTube semua," imbuhnya.
Haerul pencipta pesawat asal Pinrang, Sulawesi Selatan. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Tak sedikit biaya yang dihabiskan Haerul untuk membuat satu pesawat. Dia harus merogoh kocek sekitar Rp 30 juta yang berasal dari dana pribadinya. Semuanya dilakukan demi mewujudkan mimpinya membuat pesawat sendiri.
"Habisnya Rp 30 juta. Iya barang bekas (dan) dari tabungan pribadi," ujarnya.
Saat pertama kali coba menerbangkan pesawat buatannya, baginya itu juga pertama kalinya ia naik pesawat. Meski begitu, ia harus menghadapi beberapa kali gagal terbang, sampai akhirnya berhasil dengan beberapa penyempurnaan pada pesawatnya.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bertemu Chaerul, perakit pesawat terbang ultra light asal Pinrang, Sulawesi Selatan. Foto: Fahrian Saleh/kumparan
"Itu yang sulit. Tapi tes uji cobanya sempat tiga kali, terbang, jatuh lagi. Parah, saya luka dan pesawatnya diperbaiki lagi," ujarnya.
ADVERTISEMENT
"Tiga kali dan yang kelima kalinya baru berhasil terbang," pungkasnya.
Hasil karya Haerul ini menarik perhatian berbagai pihak, tak terkecuali Moeldoko. Ia pun diundang Moeldoko ke kantornya. Bahkan, tak tanggung-tanggung, Moeldoko diharapkan bisa terlibat dalam pengembangan pesawat amfibi.
Sebelum bertemu Moeldoko, Haerul juga diundang Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna ke Jakarta. Dalam kesempatan itu, Haerul menceritakan suka dukanya saat membuat pesawat, salah satunya diomelin istrinya yang protes karena suaminya menghamburkan uang hanya untuk obsesi menciptakan pesawat.