Cerita Ibu Anaknya Meninggal Diduga Di-bully: Perut Memar, Ditendang Sepatu

Seorang anak bernama Muhammad Hasbi Al Aqib (7) meninggal diduga karena di-bully oleh kakak kelasnya. Ibu Aqib, Diah Indriyanti, membeberkan cerita lengkap putranya yang mengalami dugaan bullying itu.
Aqib merupakan siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Pemalang. Usai mendapatkan bullying dari kakak kelasnya, ia tak bisa buang air kecil maupun buang air besar karena merasa sakit. Aqib meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Diah mengaku awalnya tak mengetahui kalau putranya itu di-bully. Namun, ia merasa ada perubahan sikap dari putranya yang ceria menjadi pendiam.
"Waktu itu sedang istirahat dan mau ke kantin. Saya tidak tahu asal usulnya kenapa tetapi anak saya mengalami trauma fisik," katanya, Jumat (2/10).
Ia baru mengetahui yang dialami Aqib setelah memeriksakan anaknya itu ke dokter. Kala itu, Aqib menceritakan kepada dokter ketika diperiksa.
"Dia jawab setelah diperiksa dokter dan bilang kalau dipukul di bagian perut, ditendang memakai sepatu," terangnya.
Aqib sempat dirawat di RSUD Dr Azhari Pemalang pada Kamis (17/9). Ia mendapatkan perawatan selama sembilan hari dan sempat pulang ke rumah.
Menurut penjelasannya, Aqib sudah diperiksa di rumah sakit. Hasil rontgen dan USG menjelaskan adanya peradangan.
"Anak saya memang pegang perut. Dan di bagian perut dan kaki ada memar bewarna biru, dia dirawat di RS selama sembilan hari," jelasnya.
"Dia masih mengeluh sakit, tapi masih bisa berkomunikasi. Sejak tanggal 17 September dia tidak bisa jalan. Selama empat hari juga tidak bisa BAB dan pipis," ujarnya.
Namun kondisi memburuk dan kembali dibawa ke RS pada 30 September 2026. Namun korban dinyatakan meninggal dunia begitu sampai di RS.
Diah bersama suami sudah meminta klarifikasi ke pihak sekolah. Namun, belum ada kejelasan dari pihak sekolah.
"Saya sudah klarifikasi ke sekolah bersama suami. Bahkan dari pihak sekolah tidak ada sama sekali pemberitahuan bahwa ada murid masuk rumah sakit sampai sembilan hari," imbuhnya.
Polisi Selidiki
Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, mengatakan kasus ini tengah diselidiki. Anak korban telah dilakukan autopsi.
"Setelah selesai autopsi, anak korban akan diserahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan sore ini," kata Faizal lewat keterangannya, Kamis (1/10).
Faizal menyampaikan, awalnya pihaknya menerima laporan dari warga terkait meninggalnya korban.
"Usai meminta keterangan dari keluarga korban, dilanjutkan autopsi pada jenazah anak korban, untuk mengetahui penyebab kematian anak korban," ucapnya.
"Autopsi dilakukan, atas persetujuan keluarga dari anak korban," imbuh dia.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kejadian meninggalnya pelajar SD tersebut. Pihaknya juga masih melakukan penyelidikan, serta melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi, juga berkoordinasi dengan dinas dan instansi terkait.
"Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, jika ditemukan adanya unsur pidana, maka akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku," imbuhnya.
