Cerita Ibu Hamil di Medan usai Ditendang Preman: Puji Tuhan, Kondisi Sehat
ยทwaktu baca 2 menit

Mulana Kartina Nainggolan (31) seorang ibu hamil ditendang preman di Jalan Baru, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, pada Rabu (3/6). Pelaku adalah Julpikar, Mulana ditendang bagian perutnya. Mulana mengandung anak pertamanya setelah di tahun lalu pernah keguguran.
Mulana mengaku, setelah dilakukan pemeriksaan USG (Ultrasonografi) di Rumah Sakit dr. Pirngadi Medan bahwa kondisi bayi di dalam kandungannya sehat. Bayi dalam kandungannya itu berusia tujuh minggu.
Ia sangat bersyukur atas hasil USG tersebut walaupun perutnya ditendang oleh preman itu.
"Puji Tuhan juga tadi hasil USG-nya kandungan saya itu puji Tuhan sehat," kata Mulana saat ditemui di Polrestabes Medan, Kamis (4/6).
Mulana mengatakan, dirinya masih trauma akan kejadian yang menimpanya.
"Sekarang ini saya tidak bisa lagi nangis. Cuma sudah dipikiran saya ini sudah lelah sekali. Dua hari ini kurang istirahat," ujar Mulana.
Mulana juga menceritakan kondisi suaminya yang dipukul oleh kedua pelaku.
Saat itu, Mulana pulang kerja dan dijemput suaminya bernama Manongap Purba (34). Kemudian, Mulana dan suaminya ingin melintasi jalan terowongan di bawah rel kereta api.
Saat itu sedang terjadi tawuran di atas terowongan rel kereta api. Suaminya akhirnya berhenti karena takut kena tawuran itu.
Pelaku yang melihat itu merasa kesal karena korban berhenti di depan terowongan rel sehingga membuat macet kendaraan yang melintas.
Saat itu Mulana pengeluarkan Hp. Pelaku yang melihat itu takut direkam dan diviralkan. Akhirnya pelaku menendang perut Mulana.
Soal ini, Mulana membantah.
"Tapi saya jelaskan di sini kami tidak ada memegang handphone untuk merekam kejadian tawuran tersebut. Setelah itu, kami menyingkir ke pinggir jalan. Itu tidak ada kemacetan sama sekali. Jadi si pelaku ini yang menganiaya kami dalam kekerasan. Kami disuruh paksa untuk melintasi jalan yang tawuran tersebut yang lempar-lemparan batu itu," ujar Mulana.
"Setelah itu dia enggak terima, mungkin suami saya menyenggak dia. Jadi dia menghampiri kami. Tidak lama kemudian langsung dihantam suamiku. Dan kebetulan suamiku itu memang pakai helm. Jadi saya tidak terima, saya nangis kan. Jadi karena memang suamiku sudah dibaku hantam, saya kesempatan untuk memvideokan kejadian suami saya. Ibarat kata biar saya bisa melapor ke kantor polisi terdekat. Setelah itu tidak jadi saya merekam karena HP saya terlempar, kayak ibarat dijatuhkan lagi itu," sambung Mulana.
Namun aksi penganiayaan ini direkam oleh warga lain dan viral di media sosial. Para pelaku juga sudah diamankan oleh polisi.
