Cerita Ibu yang Anaknya Dipaksa Eks Suami Ngemis: Hati Ibu Mana yang Tak Teriris

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Begpacker mengemis. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Begpacker mengemis. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Agustin Arimardika (33), seorang ibu yang tinggal di Jalan Bagong Ginayan, Kota Surabaya, tengah mencari putrinya yang berusia 5 tahun. Anaknya yang berinisial A ini diduga dibawa paksa oleh eks suaminya yang bernama Sunardi hingga telantar dan diduga diajak mengemis.

Agustin menceritakan, dirinya telah resmi berpisah dengan Sunardi sejak 2024. Pada awal bulan Maret 2026, mantan suaminya itu ingin bertemu dengan putrinya karena alasan rindu.

Agustin lalu mengantarkan anaknya ke tempat tinggal Sunardi di kawasan Simo, Surabaya, pada akhir pekan saat libur sekolah mulai hari Jumat hingga Minggu.

"Aku kan nggak punya pikiran aneh-aneh. Nggak punya pikiran yang buruk-buruk, gitu. Aku kan juga nggak tahu kalau bakalan terjadi seperti ini, gitu kan. Terjadi kayak anakku nggak dikembalikan kayak gitu kan. Lagian kebetulan waktu itu juga weekend kan. Jumat, Sabtu, Minggu kan libur kalau sekolah. Masih PAUD," ujar Agustin saat dihubungi, Jumat (31/7).

Iktikad tersebut malah berujung penahanan anak oleh sang eks suami. Saat Agustin menjemput sang buah hati, Sunardi justru meminta hubungan badan.

Agustin pun menolak ajakan itu dan Sunardi malah mengusir Agustin dan mengancam tidak menyerahkan anaknya.

"Waktu mau tak jemput, dia minta kayak gituan. Ya saya enggak mau, orang kita sudah bukan suami istri. Nah, dari situ saya langsung diusir dan dia bilang, 'gak usah diambil, biar Aluna sama saya. Ini ya anakku'," ucapnya.

Upaya penjemputan berkali-kali dilakukan oleh Agustin, namun dihalangi oleh mantan suaminya.

Hingga, suatu hari Agustin melihat putrinya bersama Sunardi tidur di Pasar Keputran. Saat Agustin ingin mengambil anaknya, malah ia mendapat perlakuan kasar.

"Waktu saya jemput ke Pasar Keputran, anak saya tidur di emperan pinggir sungai, dicokoti nyamuk, bau sampah. Pas saya minta, saya malah dipukul, diludahi muka saya, terus disiram air," ujarnya.

Kondisi putrinya semakin memprihatinkan setelah Agustin menerima laporan dari pihak keluarga dan tetangga Sunardi di pasar. Sang anak dilaporkan tidak terurus, jarang diberi makan, hingga dikabarkan dimanfaatkan untuk mengemis di sekitar pasar.

"Adiknya kabari saya, 'Mbak, anakmu nggak makan, nggak diurus sama ayahnya.' Hati ibu mana yang enggak teriris dengar kayak gitu. Walaupun saya belum lihat langsung anak saya ngemis, tapi netizen dan orang-orang sekitar bilang begitu," ungkapnya.

Agustin akhirnya meminta bantuan Bhabinkamtibmas, pengurus RT/RW, hingga mengunggah kisah tersebut ke media sosial.

Agustin menyampaikan, ia telah mengadu ke Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya pada Kamis (30/7) kemarin serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya.

Agustin juga telah dipertemukan dengan mantan suaminya oleh petugas untuk mediasi, namun belum menemui titik terang.

"Kemarin sudah dibawa ke kantor DP3A, tapi masih belum menemukan titik terang dan saya belum bisa ketemu sama anak saya. Malahan dia menjelek-jelekkan saya tentang rumah tangga. Saya bilang, 'Kita di sini enggak bahas rumah tangga, kita sudah cerai. Yang dibahas di sini itu anak'," ucap dia.

Saat ini Agustin masih menunggu panggilan pemeriksaan dan mediasi lanjutan dari pihak Polrestabes Surabaya.

Sementara itu, Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, mengatakan bahwa pihaknya bersama DP3A-PPKB masih melakukan upaya mediasi terhadap kedua belah pihak.

"Semalam sudah koordinasi dan mediasi dengan DP3A dan para pihak, prosesnya jalan," kata dia.

Belum ada keterangan dari pihak eks suami atau ayah si anak tersebut.