Cerita Ibu yang Viral karena Marah dan Bawa Nama Kapolri saat Ditilang

Baru-baru ini muncul dan viral di media sosial seorang emak-emak yang menolak ditilang polisi dan berteriak minta dikembalikan SIM dan STNK. Padahal kejadian itu sudah lama terjadi, sekitar bulan Januari. Perempuan paruh baya itu bernama Ayo Rosita atau dengan nama panggilannya Ocha. Di dalam video yang viral itu, Ocha sempat mengaku kenal dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
kumparan mencoba mewawancarainya melalui sambungan telepon. Ocha mengaku tidak tahu kenapa video tilang itu baru viral sekarang ini. Padahal kejadiannya sudah lama.
"Sebelumnya saya juga enggak tahu, videonya viral sekarang. Sedangkan berita itu sudah lama banget ya. Januari awal tahun ini," kata Ocha saat dihubungi kumparan, Jumat (26/7).
Kemudian Ocha menceritakan awal kejadian viralnya video penilangan itu. Ia mengaku tidak tahu jalur tersebut tidak boleh dilewati sepeda motor. Pada saat itu, kata Ocha, ia ingin putar balik.
"Jadi sebelum kejadian tilang-tilangan itu terjadi, saya tuh pernah kena razia juga di tempat yang sama. Itu kan sering banget ya di flyover ke arah Jatinegara, dekat kantor samsat, Jakarta Timur," jelas Ocha.
"Beberapa hari sebelum kejadian itu, saya tanya kepada polisi, saya kena razia. Alhamdulillah saya orangnya taat hukum. Maksudnya adalah, untuk surat-surat SIM dan STNK itu lengkap. Saya tanya kepada polisi yang razia saya beberapa hari sebelum kejadian," ungkap Ocha.
Saya tanya, 'Pak di situ kan ada puter balik?', dari dulu boleh dipakai puter balik ya, jadi jalur dekat samsat itu tapi sekarang sudah ditutup. 'oh iya mba itu boleh, oh bener Pak boleh. Iya boleh," terang Ocha menirukan polisi yang ia temui sebelumnya.
Tapi, setelah kejadian itu, kata Ocha, putaran balik dekat kantor Samsat Jakarta Timur tersebut sudah ditutup. Saat ini putar balik untuk sepeda motor, jelasnya, harus melewati kolong flyover yang mengarah ke Kalimalang, Bekasi.
"Makanya dari pernyataan polisi itu pikiran saya oh ya udah boleh. Makanya hari 'H' kejadian itu saya pede saja, di depan ada tilang-tilangan oh saya pede saja. Kenapa, soalnya saya surat-surat lengkap, saya juga dapat informasi tetap bisa lewat situ. Saya puter balik di situ," ungkap Ocha.
"Pada saat kejadian polisi kan bilang kalau saya melanggar aturan, lewati jalan enggak boleh puter balik. Terus saya bilang, lho pak saya tanya ke pak polisi sebelumnya yang razia saya itu boleh lewat sini. Jadi yang benar yang mana. 'Ya mba salah, percayanya sama polisi, bukan sama rambu-rambu'. Kata Ocha menirukan polisi yang menilangnya saat itu," ujar Ocha lagi.
Ocha merasa, ada informasi yang berbeda padahal keduanya berasal dari polisi juga. Maka dari itu, Ocha merasa kesal dan enggan ditilang pada saat itu.
"Jadi kayak ngerasa, aku kan dapat informasi itu kan dari polisi. Dan beberapa puter balik di beberapa jalur itu kadang-kadang agak rancu. Kok kayak, polisi ini bilang A, kok polisi ini bilang B gitu," ungkapnya lagi.
Di dalam video itu, Ocha menolak ditilang dan meminta SIM dan STNK-nya dikembalikan. Ocha merasa ia tidak bersalah dan tidak mau ditilang karena mendapatkan informasi yang berbeda.
"Karena saya diinformasikan sebelumnya boleh lewat situ, saya enggak mau ditilang. Jadi saya meminta kembali suratnya. Pada akhirnya saya terima surat tilangnya. Karena saya sudah capek,'' terang Ocha.
Kemudian Ocha menyesalkan video penilangannya menjadi viral. Menurutnya, netizen telah menghakiminya sebagai orang yang tak taat hukum.
"Dan kalau pun enggak boleh lewat situ, saya bakal lewat Kalimalang. Karena saya tahu enggak boleh. Kesannya setelah video itu viral saya jadi orang yang sering melakukan pelanggaran. Padahal kan saya buat ke mini market dekat rumah saja, saya pakai helm, antar anak saya sekolah saja pakai helm. Saya bukan orang yang sering melanggar aturan, itungannya enggak pernah. Karena videonya viral, jadi ketangkapnya ini ibu-ibu sudah salah," kata Ocha dengan nada kesal.
Kemudian dalam video yang viral itu, Ocha sempat akan menelepon Kapolri pada saat ditilang. Namun, menurut Ocha, ia sama sekali tidak kenal dengan Kapolri. Ia mengaku pada saat itu panik dan langsung menyebut akan menelepon Kapolri.
"Khas-khas orang panik. Kalau buat enggak mau ditilang. Karena ngerasa posisi saya benar, dan saya enggak pernah ditilang karena memang saking ngejaga amannya dari apapun," jelas Ocha.
Kini nama Ocha sudah viral di media sosial dan dikenal netizen sebagai orang yang tak taat pada hukum. Namun, Ocha tak menerima hal itu, sebab kesehariannya, ia mengaku selalu menaati segala peraturan.
Bahkan, kata Ocha, ia dan suaminya mencari berbagai upaya agar bisa membersihkan namanya di mata netizen. Termasuk mengirim pesan ke Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan melalui Direct Message (DM).
"Dari kemarin suami saya cari cara buat gimana caranya bisa mengubah hal ini jadi positif di mata netizen. Ikhtiarnya sudah DM Pak Anies, ke influencer-influencer instagram. Kenapa langsung ke situ, biar ada impact besarnya," tutupnya.
