Cerita Investor AS Angkut Kincir Angin Raksasa ke Atas Bukit di Sidrap

Tiang-tiang berwarna putih setinggi 80 meter dan berdiameter 20 meter sudah berdiri di atas bukit di Desa Mattirotasi dan Lainungan, Kecamatan Watangpulu, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.
Ini merupakan tiang dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) yang sudah terpasang. Sementara baling-balingnya yang berdiameter mencapai 57 meter, sudah datang dari Spanyol dan sekarang dalam proses pasangan.
PLTB ini terdiri dari 30 turbin angin yang berbentuk seperti kipas raksasa. Setiap kincir angin raksasa akan menghasilkan energi untuk menggerakkan turbin berkapasitas 2,5 MW.
Kemarin, Menteri ESDM Ignasius Jonan memantau kemajuan PLTB berskala utilitas pertama di Indonesia yang dikembangkan oleh investor asal Amerika Serikat, UPC Renewables, bekerja sama dengan PT Binatek Energi Terbarukan dengan investasi senilai 150 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,99 triliun.

CEO UPC Renewables, Brian Caffyn, mengatakan membangun PLTB di Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Menurut Brian, kedatangan Jonan bertepatan saat UPC Sidrap mulai mendirikan menara dan menaikkan komponen rumah dan bilah turbin.
"Beberapa pihak menyangsikan ini dapat berjalan, tapi saya menyukai tantangan, menyukai tempat ini, juga menyukai orang-orang di sini. Itu yang selalu memotivasi saya untuk membuktikan kepada semua pihak bahwa kami bisa," kata Brian saat ditemui di PLTB Sidrap, Jumat (30/9).
Pengangkatan dilakukan dengan menggunakan perangkat derek crawler crane LR 1600 berkapasitas angkat 600 ton yang sudah dimulai pertengahan September kemarin.
Dengan mesin tersebut, UPC Sidrap dan para kontraktornya siap mempercepat pembangunan kincir-kincir angin raksasa dalam kurun waktu Oktober-Desember 2017. Sehingga, PLTB dapat mulai beroperasi sesuai target pada kuartal pertama 2018.
