Cerita Istri Polisi Susui Bayi yang Terpisah dari Ibunya Akibat Banjir Sumut
·waktu baca 2 menit

Tangisan bayi dalam gendongan neneknya pecah di antara sibuknya Posko Kesehatan dan Dapur Umum Desa Marsada, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Bayi itu masih berusia satu bulan, dan sang nenek kebingungan mencari ibu sang bayi yang terpisah, masih terjebak longsor.
Di tengah keriuhan posko, Yana Hanafi--seorang Bhayangkari atau istri personel Polri Tapanuli Selatan mendekat ke bayi dan nenek itu. Ia minta persetujuan untuk menyusui sang bayi.
“Saat melihat bayi itu menangis, saya seperti melihat anak saya sendiri. Saya hanya memikirkan satu hal, dia harus segera ditenangkan, dan dia harus minum,” ucap Yana, Istri Brigadir Hanafi Ramadan Nasution yang bertugas di Propam Polres Tapanuli Selatan itu, lewat keterangan yang dibagikan Polda Sumut, Sabtu (29/11).
“Selama saya bisa membantu, saya lakukan tanpa ragu,” tambah perempuan kelahiran Padangsidimpuan itu.
Hal ini mengundang perhatian Ketua Bhayangkari Tapanuli Selatan, Kiki Yon Edi.
“Apa yang dilakukan Nyonya Yana merupakan wujud kepedulian jantung Bhayangkari. Kami hadir bukan hanya sebagai suami, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut meringankan beban sesama,” ujar dia.
Aksi Yana mendapat pujian dari Polda Sumatera Utara. Ini adalah upaya Polri yang senantiasa hadir di tengah masyarakat.
“Di tengah situasi bencana yang penuh duka, tindakan Nyonya Yana menunjukkan kepedulian tidak pernah padam. Polri dan Bhayangkari selalu berupaya hadir membawa kehangatan, rasa aman, dan pertolongan bagi masyarakat," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Ferry Walintukan.
Kata dia, pihaknya terus memberikan dukungan penuh terhadap penanganan bencana di wilayah Tapanuli Selatan dan daerah terdampak lainnya.
