Cerita Jemaah Reguler Asal Tegal Gembira Dapat Layanan bak Haji Khusus
·waktu baca 3 menit

Kaselin (55) begitu senang bisa menjadi tamu Allah. Impiannya berangkat haji ke Tanah Suci untuk menyempurnakan rukun Islamnya akhirnya terwujud tahun ini.
Jemaah asal Tegal, Jawa Tengah itu juga mengaku gembira dan puas dengan layanan yang diberikan Kementerian Agama pada penyelenggaraan haji tahun ini, baik dari sisi akomodasi, transportasi, maupun konsumsi.
"Makanannya juga sudah alhamdulillah tiga kali dalam satu hari. Menunya juga cukup bagus, mulai dari gizi dan protein, dan juga ada buahnya," ujar Kaselin saat ditemui di Hotel Mufti Al Siddiqi, dikutip, Selasa (11/6/2024).
Selain konsumsi, Kaselin juga merasa terbantu dengan fasilitas bus shawalat yang disediakan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Dengan adanya bus shalawat yang beroperasi selama 24 jam dan gratis, dia dan rombongan bisa dengan mudah pergi ke Masjidil Haram.
Hal senada juga diutarakan salah satu jemaah haji lainnya yaitu Zahro Ahmad yang juga merasakan layanan memuaskan selama di Tanah Suci.
"Alhamdulillah dari pertama datang di Madinah, di airport Madinah itu sambutannya luar biasa,” kata Zahro.
Dia juga mengapresiasi penginapan hotel yang disiapkan di Madinah. Karena menurut dia, jarak hotel jemaah dengan Masjid Nabawi sangat dekat, kurang dari 500 meter. Selain itu makanan yang diberikan juga sesuai dengan selera karena bercita rasa nusantara.
"Ini regular tapi terasa plus. Mudah mudahan bisa ditingkatkan. Jadi hampir semua jemaah itu merasa nyaman," katanya.
Rombongan jemaah asal Tegal ini dipimpin oleh Habib Ali Zaenal Abidin yang selama bertahun-tahun melayani duyufurrahman (para tamu Allah).
Menurutnya, layanan haji dari tahun ke tahun di bawah kepemimpinan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas terus membaik.
"Memang semua jemaah merasakan untuk pelayanan haji tahun ini itu banyak perbaikan," kata Habib Ali.
Habib Ali mencontohkan, salah satu layanan jemaah di Madinah. Hotel yang dekat dengan Masjid Nabawi membuat para jemaah leluasa melakukan rangkaian ibadah di sana.
"Untuk mengejar 40 waktu itu saya kira jemaah tidak ada kesulitan,” ucapnya.
Begitu juga dengan penginapan. Jemaahnya mengatakan, hotel yang ditempati sangat baik. Habib Ali menyampaikan terima kasih kepada Kemenag karena telah memberikan pelayanan yang terbaik bagi para jemaah haji.
“Hampir semua kami merasakan bahwa pelayanan termasuk lift dan sebagainya itu juga jemaah merasa nyaman. Karena memang untuk jemaah haji Indonesia yang tinggal di Madinah itu memang hotel kelihatannya dikhususkan,” katanya.
Menjelang puncak haji, Habib Ali mengimbau kepada para jemaah untuk fokus menyiapkan fisik dan mental. Jangan terlalu memaksakan diri beribadah ke Masjidil Haram.
"Kesehatan juga harus kita jaga dengan baik. Jadi lebih mengarah untuk fokus persiapan wukuf di Armuzna," ucapnya.
