Cerita Jemaah Umrah Indonesia Tertahan di Makkah Imbas Konflik Timur Tengah

Sejumlah jemaah umrah asal Indonesia tertahan di Makkah setelah jadwal kepulangan mereka ditunda akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah.
Pihak travel menyampaikan informasi penundaan secara mendadak kepada para jemaah pada Selasa malam (13/10), sekitar pukul 20.30 waktu setempat atau setelah salat Isya.
Para jemaah seharusnya dijadwalkan pulang ke Tanah Air pada Rabu (14/10) dengan maskapai Qatar Airways. Namun jadwal tersebut terpaksa ditunda.
Mengetahui adanya konflik tersebut, para jemaah mengaku tetap mencoba fokus beribadah karena lokasi kejadian cukup jauh dari Makkah.
"Mengetahui, tapi dikarenakan posisinya lokasi kejadian yang cukup jauh dari tempat lokasi kami, jadi kami tetap fokus beribadah," ujar salah satu jemaah.
Meski demikian, penundaan ini cukup berdampak.
"Ada, termasuk saya karena tidak sesuai jadwal yang sudah dikonfirmasi kantor. Sehingga harus membuat laporan lanjutan terkait ini," katanya.
Jemaah lain asal Depok, Amalia Puspita Sari, mengaku tetap bersyukur bisa kembali beribadah di Tanah Suci.
"Saya senang Alhamdulillah bisa kembali ke Makkah. Tapi kita berdoa moga semua aman-aman saja dan bisa pulang ke Tanah Air," ujar Amalia.
Rasa khawatir tetap dirasakan jemaah. Perempuan yang akrab disapa Lia itu pun berharap konflik segera mereda.
"Khawatir pastinya. Makanya berharap segera berdamai," tuturnya.
Hingga Selasa malam, jemaah mengaku belum ada arahan resmi dari KBRI terkait penyesuaian jadwal tersebut.
Pihak travel, Hamdan Tour, saat ini tengah mengupayakan penerbangan pengganti terdekat dan terbaik agar jemaah bisa kembali ke Tanah Air. Selama masa penyesuaian, jemaah akan dipindahkan ke hotel di kawasan Aziziah, Makkah, dengan biaya hotel dan makan ditanggung pihak travel.
