Cerita Jemaah Umrah Terjebak Dampak Erupsi Anak Krakatau, Bermalam di Soetta

Calon jemaah umrah asal Jember, Jawa Timur, rela menginap di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Tangerang, sambil menunggu kepastian penerbangan menuju Madinah, Arab Saudi.
Aisyah (37) bersama suami dan kawannya berencana melakukan umrah mandiri. Mereka seharusnya terbang menuju Madinah menggunakan maskapai Saudia pada Minggu (6/9) pukul 15.50 WIB.
Namun, penerbangan mereka terdampak penutupan operasional Bandara Soetta akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Alhasil, Aisyah bersama rombongan memilih tetap berada di bandara dan menginap di musala.
“Iya, kami dari kemarin. Ini nginep di sini, di musala,” kata suami Aisyah saat ditemui kumparan di Terminal 3 Soetta, Senin (7/9).
Aisyah mengatakan, informasi terakhir yang mereka terima adalah mereka dijadwalkan berangkat pukul 09.25 WIB, Senin (7/9). Namun, penerbangan mereka kembali dibatalkan seiring penutupan sementara operasional Bandara Soetta yang diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB.
“Kan info yang terakhir adalah kita mendapatkan kemarin ya, kemarin tuh kita dapat informasi pukul 09.25 berangkat. Ya qadarullah ada cancel lagi,” ujarnya.
Hingga Senin pagi, mereka mengaku belum mendapatkan informasi terbaru melalui email dari pihak Saudi Airlines. Mereka pun akhirnya datang ke area check-in counter maskapai untuk memastikan kondisi tiket mereka.
“Yang pertama sih kami ingin memastikan tiket kami itu aman, nggak hilang. Yang kedua menjadi prioritas,” katanya.
Mereka juga khawatir ketika operasional bandara kembali dibuka, penerbangan mereka justru didahului oleh penumpang lain. Sebab, mereka merupakan penumpang yang seharusnya berangkat sejak Minggu.
“Jangan sampai kami nanti ketika bandara ini dibuka, penerbangan sudah boleh, tiba-tiba kami didahului oleh yang lain,” beber suami Aisyah.
Kendati demikian, Aisyah dan suaminya memilih tidak buru-buru melakukan reschedule maupun refund. Mereka ingin memastikan terlebih dahulu tiket yang sudah dimiliki tetap aman.
“Nggak, kami ingin memastikan itu tadi. Hanya memastikan dulu aja bahwa tiket kami aman,” jelas Aisyah.
Mereka juga sempat mendapat saran untuk mencari penerbangan alternatif melalui Yogyakarta-Kuala Lumpur-Madinah. Namun, opsi tersebut belum mereka pilih karena khawatir justru menimbulkan persoalan baru.
“Kalau misal kita mau reschedule atau mau refund dan lain sebagainya khawatir malah jadi tambah kacau,” terang Aisyah.
Untuk sementara, mereka memilih kembali ke musala sambil menunggu perkembangan. Suami Aisyah bercerita juga bahwa sejumlah kegiatan keluarga di rumah telah dibatalkan.
“Kami ke musala sambil menunggu lagi,” kata suami Aisyah.
Lebih lanjut, mereka menyebut akan tetap menunggu perkembangan penerbangan di bandara.
“Nunggu, insyaallah nunggu lihat perkembangannya besok gimana terus aja ya,” tutur sang suami.
Jadwal Ulang ke Melbourne
Sementara itu, calon penumpang lainnya memilih melakukan reschedule setelah penerbangannya terdampak penutupan operasional Soetta.
Arki (68), seharusnya terbang dari Jakarta menuju Melbourne menggunakan Garuda Indonesia pada Senin (7/9) pukul 01.55 WIB. Ia menerima pemberitahuan pembatalan penerbangan pada Minggu (6/9) sekitar pukul 19.00 WIB.
Arki kemudian datang ke bandara untuk mencari jadwal penerbangan pengganti yang paling dekat.
“Nyari terdekat aja,” sebut Arki.
Ia memilih reschedule dibandingkan mengembalikan dana (refund) karena khawatir harus membeli tiket baru dengan harga yang lebih mahal.
“Reschedule aja. Rugi kalau refund, belum tentu bisa beli tiket lagi pasti harga segitu,” beber Arki.
Menurut Arki, ia mendapat informasi bahwa refund dapat dilakukan secara penuh dan reschedule tanpa biaya. Namun, ia kesulitan mengakses layanan tersebut melalui situs Garuda sehingga datang langsung ke kantor maskapai.
Penumpang Tujuan Jepang
Penumpang lainnya, Ibnu (30), juga memilih reschedule penerbangan Garuda Indonesia menuju Jepang. Penerbangannya dijadwalkan pada Senin (7/9) pukul 12.30 WIB.
Ibnu datang ke Terminal 3 sekitar pukul 09.30 WIB meski sudah mengetahui informasi penutupan bandara.
“Sebelumnya sudah dengar. Cuma karena memang pengin tahu kepastian ke maskapainya gimana aktualnya nanti,” ujarnya.
Ibnu berharap mendapat jadwal penerbangan pengganti secepatnya.
“Kalau pun memang sudah keluar tanggal, secepatnya sih.”
Setelah mengurus reschedule, Ibnu mengatakan akan langsung kembali ke rumah dan tidak menunggu di bandara.
Sementara itu, berdasarkan NOTAM A3373/26, operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih ditutup sementara hingga pukul 18.00 WIB, Senin (7/9).
