Cerita Jenderal Listyo Sigit Jadi Warga NU: Nahdliyin Cabang Nasrani

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Foto: Dok. Humas Polri
zoom-in-whitePerbesar
Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Foto: Dok. Humas Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke kantor PBNU di Jalan Kramat, Jakarta Pusat. Kedatangannya disambut baik Ketua PBNU Said Aqil Siroj dan pengurus NU lainnya.

Listyo Sigit bercerita banyak hal di depan para pengurus NU, salah satunya terkait pengalamannya bertemu ulama NU saat menjabat Kapolda Banten. Saat itu, Ia diangkat sebagai warga Nahdliyin oleh seorang ulama NU.

“Saat itu kebetulan kami jadi Kapolda Banten pak. Ketemu pak KH Ma’ruf Amin (selaku) rais aam (NU). Pada saat itu saya tanyalah, Mbah (KH) Sahal (Mahfudz). Apakah saat ini saya masih warga NU atau tidak? Katanya beliau, Pak Kapolda adalah warga Nahdliyin cabang Nasrani,” kata Sigit dalam siaran langsung tayangan Youtube Kompas TV, Kamis (28/1).

Sigit menuturkan, perkenalannya dengan NU dimulai saat menjabat Kapolres Pati. Ia banyak bertemu dengan ulama NU dan kerap diskusi dengan para ulama NU.

“Saat pernah jabat Kapolres Pati, pak yang mendampingi saya saat itu paling sering Pak KH Pati. Beliau ngobrol, Pak Sigit ini sudah jadi warga NU. Terus juga ada Mbah Sahal yang sama juga disampaikan. Setelah sekian tahun kemudian saya masa keanggotaan saya sudah habiskan pak,” ujar Sigit.

Cerita Kapolri ke-25 tersebut pun disambut tawa pengurus NU lainnya. Pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup dan dihadiri secara virtual oleh seluruh Polda se-Indonesia.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: