Cerita Kakek Penjual Balon di Medan yang Menabung untuk Berkurban

Berkurban saat Idul Adha selalu menjadi keinginan setiap umat muslim, tak terkecuali bagi seorang penjual balon bernama Subari (63) di Medan yang patut menjadi teladan. Meski memiliki keterbatasan finansial, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk berkurban setiap tahun.
Subari yang juga seorang disabilitas (tanpa sebelah kaki) itu rela menyisihkan rupiah demi rupiah meski pendapatannya yang hanya Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. Dengan menggunakan tongkat, ia menjajakan balon warna-warni yang ditopangnya di punggung tak hanya kepada anak-anak, tapi juga mahasiswa.
“Penghasilan saya enggak tentu, kadang Rp 20 ribu kadang Rp 50 ribu. Untuk kurban ya saya sisihkan sedikit-sedikit,” ucap Subari saat ditemui kumparan, Selasa (21/8).
Subari telah berjualan balon sejak tahun 2013 lalu. Meski memiliki pendapatan yang tak seberapa, pria berdarah Tionghoa dan Madura ini tetap menghidupi keluarga kecilnya dengan cukup. Bahkan ia setiap harinya tetap menyisihkan uang untuk berkurban di Idul Adha.

Padahal, disamping harus menafkahi keluarganya, Subari juga harus membiayai anak bungsunya yang sedang mengenyam pendidikan di Universitas Harapan Medan. Subadri bercerita dia menabung di kelompok wirit atau pengajian hingga diputuskan tahun ini cuukup untuk kurban.
“Supaya enggak berat, saya nabungnya ke anggota wirit. Jadi nanti berapa jumlahnya, mereka yang nyesuaikan apakah kurban saya kambing atau lembu,” ujar pria yang memiliki 3 orang anak ini tak menyebut jumlah uang yang berhasil ditabung.
Tak hanya berjualan balon, Subari juga menerima pekerjaan apapun di lingkungannya. Selama pekerjaan itu halal dan berkah bagi keluarganya.
Subari menekankan, jika memiliki niat maka hal itu akan terwujud. Sebab meskipun ia menabung untuk berkurban setiap tahunnya, ia dan keluarga tidak pernah merasa kekuarangan.
Justru kini dia bersyukur karena akhirnya bisa berkurban. “Saya enggak pernah merasa kurang. Ya syukuri saja apa yang ada, rezeki akan ada saja jalannya,” tutup Subari sembari tersenyum.
