Cerita Kekaguman Dubes Vietnam pada Buah Salak dan Keindahan Bali

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kedatangan Duta Besar Republik Sosialis Vietnam Hoang Anh Tuan. Kedatangan Hoang kali ini untuk berpamitan kepada JK karena masa jabatannya sebagai dubes di Indonesia akan segera berakhir.
"Saya akan menyelesaikan tugas di indonesia sebagai duta besar untuk Indonesia. Saya datang ke kantor Jusuf Kalla untuk mengucapkan selamat tinggal dan saya telah memberi (tahu) Pak Jusuf Kalla tentang perkembangan hubungan antara Indonesia dan Vietnam," kata Hoang di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Kamis (4/1).
Ia mengatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Vietnam sejauh ini cukup baik. Terlebih saat kunjungan bilateral Sekjen Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong beberapa waktu lalu ke Indonesia.
"Bagaimana hubungan (kedua negara) telah berkembang selama beberapa tahun terakhir, terutama saat bertugas di Indonesia sebagai duta besar, saya dapat mengatur kunjungan pertama ke Indonesia oleh sekretaris jenderal partai kami dan inilah titik balik hubungan kami untuk maju," kata Hoang lagi.
Selama kurun 2 tahun lebih, Hoang menyambut baik angka pertumbuhan ekonomi kedua negara yang terus berkembang di Asia Tenggara. Tak hanya itu Hoang mengatakan bahwa kedua negara punya banyak kesamaan sejarah budaya.
"Saya suka Indonesia, saya suka makanan Indonesia, saya suka Bahasa Indonesia, saya suka orang Indonesia," tuturnya.

Selama bertugas di Indonesia, Hoang sempat bercerita tentang kekagumannya terhadap Indonesia. Salah satu yang membuatnya tertarik adalah buah salak.
"Salak, saya suka salak karena sangat spesial, hanya di Indonesia. Karena Indonesia dan Vietnam adalah dua negara tropis, kita memiliki buah yang mirip salak. Salak hanya di Indonesia, tidak ada di Vietnam dan rasa salak begitu indahnya bagi saya," ujarnya.

Tak hanya salak, sepulangnya ke Vietnam, Hoang akan membawakan oleh-oleh berupa batik kepada teman hingga keluarganya. Selama di Indonesia Hoang juga sering berkunjung ke Bali, karena Bali merupakan salah satu kota favoritnya setelah Jakarta.
"Saya sering mengunjungi Bali selama 2 tahun bertugas. Saya sudah mengunjungi Bali sebanyak 10 kali. Kalau ada kesempatan lagi saya akan kembali ke Bali. Bali adalah pulau yang unik, saya sering ke Kuta, Ubud dan kota lainnya," tuturnya.
"Saya akan ke Hanoi, tetapi suatu saat saya akan kembali lagi ke Jakarta, saya dipromosikan menjadi deputi sekjen ASEAN. Jadi saya akan di Jakarta lagi selama 3 tahun," katanya mengakhiri perbincangan.
