Cerita Keluarga Cari Santri Korban Runtuhnya Musala Ponpes di Sidoarjo

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Budi Santoso (tengah), warga Tulangan, Sidoarjo mencari nama keponakannya, Muhammad Fairuz (17), di posko crisis center insiden runtuhnya bangunan Ponpes Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Selasa (30/9/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Budi Santoso (tengah), warga Tulangan, Sidoarjo mencari nama keponakannya, Muhammad Fairuz (17), di posko crisis center insiden runtuhnya bangunan Ponpes Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Selasa (30/9/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Raut cemas tampak di wajah Budi Santoso (40 tahun), warga Tulangan, Sidoarjo. Berjalan seorang diri, Budi mondar-mandir di sekitar posko SAR di asrama putri Ponpes Al-Khoziny, Selasa (30/9).

Ia mencari nama, Muhammad Fairuz (17 tahun), keponakannya yang menjadi korban runtuhnya bangunan musala Ponpes Al-Khoziny pada Senin (29/9).

Dengan teliti ia melihat daftar nama korban di papan informasi. Budi semakin panik. Tak ada nama Fairuz di papan informasi. Budi bertanya ke orang yang ia pandang di sekitarnya. Petugas juga tak bisa menjawab setiap kali Budi bertanya.

"Keponakannya saya belum ditemukan, belum ada di sini (papan informasi). Bapaknya juga nyari namanya di rumah sakit juga nggak ada," kata Budi di posko crisis center Ponpes Al-Khoziny, Selasa (30/9).

Keluarga mencari daftar korban bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025). Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO

Fairuz hingga kini belum diketahui keberadaannya. Kata Budi, kabar terakhir keponakannya tersebut sedang melaksanakan salat Asar berjamaah di musala Ponpes Al-Khoziny.

"Temannya satu kamarnya waktu itu lihat Fairuz salat di musala, temannya nggak jadi salat karena ke warung," ujarnya.

Petugas SAR gabungan bersiap mengevakuasi korban bangunan musala yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9/2025). Foto: Basarnas

Pantauan kumparan, petugas gabungan membuka posko atas insiden runtuhnya bangunan Ponpes Al-Khoziny di asrama putri yang tak jauh dari lokasi. Posko itu untuk memberikan dan menampung informasi terkait para korban.

Sejumlah keluarga korban hingga kini masih berkumpul di posko tersebut sejak kemarin.

Data terakhir hingga Selasa (30/9) siang, korban meninggal dunia berjumlah 3 orang, sedangkan 97 selamat.

Berikut identitas korban meninggal dunia:

  1. Maulana Sefian Ibrahim (sebelumnya dievakuasi ke RS Siti Hajar)

  2. Zulhaq (sebelumnya dievakuasi ke RSUD Noto Puro)

  3. Soleh (sebelumnya dievakuasi ke RSUD Noto Puro)

Saat ini Basarnas masih mencari korban yang tertimpa reruntuhan. Diperkirakan jumlah korban yang masih dalam proses pencarian saat ini 38 orang.

Hal ini berdasarkan data dari pihak Ponpes Al-Khoziny yang menyebut total korban berjumlah 140 dan hingga kini sudah ada 102 korban yang telah dievakuasi oleh tim SAR.