Cerita Ketua RT soal Kematian Misterius Sutrimo: Ojek Lihat Orang Pingsan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Garis polisi terpasang lokasi peristiwa kematian Sutrimo di Klinik Mordent, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (26/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Garis polisi terpasang lokasi peristiwa kematian Sutrimo di Klinik Mordent, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (26/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Polisi masih menyelidiki kematian misterius seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan tak sadarkan diri lalu meninggal dunia di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di tengah proses penyelidikan, Ketua RT 11 Kelurahan Pulo, Kebayoran Baru, Ima, mengaku sempat menerima informasi adanya pria pingsan di lokasi tempat korban ditemukan.

Ima mengatakan, laporan itu diterimanya dari seorang pengemudi ojek saat hendak beraktivitas pada Kamis (23/7). Saat itu, ia hanya mendapat informasi bahwa seorang pria pingsan di pinggir jalan dan telah dibawa ke rumah sakit.

“Pas saya mau berangkat itu, tukang ojek bilang ada orang pingsan. Ada orang pingsan di pinggir jalan, sudah dibawa ke rumah sakit,” ucap Ima di depan Mordent Esthetic Clinic, Jakarta Selatan, Minggu (26/7).

Menurut Ima, tidak ada warga yang melaporkan kejadian tersebut kepadanya. Karena itu, ia mengira pria yang ditemukan tak sadarkan diri bukan merupakan warganya.

“Enggak ada yang lapor berarti bukan warga saya. Jadi saya enggak, apa ya, enggak terus mikirin lagi. Saya pikir udah sembuh orangnya, gitu saya,” katanya.

Ia juga mengaku tidak mengenal Sutrimo maupun mengetahui aktivitas di Mordent Esthetic Clinic. Bahkan, ia mengira bangunan tersebut sudah lama tidak beroperasi.

“Saya enggak ngerti. Saya pikir ini rumah kosong, jadi saya pikir orang lewat yang pingsan. Rumah kosong jadi saya enggak tahu,” ucapnya.

Ima memperkirakan klinik itu telah lama kosong. Ia pun mengaku sudah tidak mengetahui apakah masih ada orang yang menjaga bangunan tersebut.

“Sejauh ini dulu ada (penunggu), tetapi akhir-akhir ini saya kurang paham, enggak tahu saya. Gak pernah lihat, karena saya rumahnya di belakang,” ungkapnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya masih mendalami informasi yang menyebut Sutrimo merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan informasi tersebut masih didalami.

“Masil didalami,” kata Budi kepada wartawan, Minggu (26/7).

Terpisah, pengacara Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, mengaku belum mengetahui informasi mengenai identitas Sutrimo yang disebut sebagai Karumga eks Jampidsus tersebut.

Polisi lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Mordent Esthetic Clinic Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta, MInggu (26/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Sutrimo sebelumnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Mordent Esthetic Clinic pada Kamis (23/7). Korban kemudian dievakuasi ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan meninggal dunia.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta mendalami sejumlah petunjuk lain untuk mengungkap penyebab kematian korban.