Cerita Korban Dugaan Keracunan MBG Siswa di Sidoarjo

Muhammad Reyhan, merupakan satu dari ratusan siswa di Kabupaten Sidoarjo yang diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9). Ia menceritakan soal apa yang dialaminya itu.
Siswa kelas 7 Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam Sidoarjo itu masih terbaring lemas didampingi ayahnya, Syafaat, di veldbed Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Notopuro Sidoarjo hingga Rabu (2/9) sore.
Reyhan menceritakan, hari Selasa (1/9) sekitar pukul 13.00 WIB ia bersama teman-teman se-asramanya menyantap jatah paket program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di dalam wadah makanan itu, tersaji nasi, telur, orak-arik tempe, sayur, serta buah apel. Saat itu, ia hanya memilih menyantap nasi, telur, dan buah apel.
Usai menyantap MBG, Reyhan tak mengeluh apa pun. Hingga, keesokan paginya sekitar pukul 06.00 WIB, ia merasakan pusing hingga mual.
"Kira-kira jam 13.00 WIB siang kemarin (menyantap MBG). Tapi baru terasanya jam 06.00 WIB pagi. Mulai terasa pusing dan mual itu jam 06.00 pagi tadi," kata ayah Reyhan, Sufaat, saat ditemudi di IGD RSUD Notopuro.
Warga Ketegan, Tanggulangin, itu mengatakan bahwa kondisi anaknya kian memburuk. Hingga, pukul 14.00 WIB, putranya akhirnya dilarikan ke RSUD Notopuro Sidoarjo.
"Jam 14.00 WIB siang tadi (dibawa ke RSUD Notopuro)," ucapnya.
Kini, Reyhan telah diberikan obat oleh pihak rumah sakit agar segera pulih dan bisa pulang.
"Ya nunggu 1 jam 2 jam nunggu reaksi obatnya nanti," katanya.
Sementara itu, Reyhan menyampaikan, ketika itu ia menyantap MBG bersama 10 teman kamar. Namun, kondisi tubuhnya tidak langsung merasakan usai memakan menu MBG. Saat ini, ia masih merasakan pusing.
"(Pusingnya kayak muter-muter begitu) iya. (Mau muntah tapi enggak bisa, mual, lemes banget kayak masuk angin) iya," ungkap Reyhan.
