Cerita KPK Cari Bupati Kuansing saat OTT: Sempat Dijemput Pihak Tertentu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby (kiri) dan Sekda Kuansing, Zulkarnaen (kanan) mengenakan rompi tahanan berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby (kiri) dan Sekda Kuansing, Zulkarnaen (kanan) mengenakan rompi tahanan berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

KPK mengungkap proses pencarian Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby saat operasi tangkap tangan (OTT) dugaan suap jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing, Riau. Saat tim bergerak di lapangan, Suhardiman dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing Zulkarnain sempat tidak ditemukan.

Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, tim lebih dulu mendatangi rumah dinas hingga kantor pemerintahan Kabupaten Kuansing untuk mencari Suhardiman. Namun, yang bersangkutan sudah tidak berada di lokasi.

"Bupati kita cari ke rumah dinas ya, kemudian ke kantor pemerintahan Kabupaten Kuansing, tapi kemudian tim tidak menemukan posisi yang bersangkutan. Dan kemudian diduga memang sudah ke luar dari Kabupaten Kuansing," kata Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (1/7).

Pencarian kemudian diperluas ke sejumlah lokasi lain. Menurut Taufik, tim KPK bahkan dibagi hingga ke Pekanbaru untuk mencari keberadaan Suhardiman dan Zulkarnain.

Konferensi pers peristiwa tertangkap tangan dugaan TPK suap jabatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Gedung KPK Merah Putih Jakarta, Rabu (1/7/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

"Kita sudah mencari ke beberapa lokasi di Kabupaten Kuansing, bahkan di Pekanbaru juga tim juga sudah terbagi untuk mencari keberadaan yang bersangkutan," ujarnya.

Dapat Informasi Bupati Sempat Dijemput Pihak Tertentu

Dalam proses pencarian tersebut, KPK juga memperoleh informasi bahwa Suhardiman dan Zulkarnain sempat dijemput oleh pihak tertentu. Meski demikian, Taufik mengatakan tim tidak memfokuskan pencarian kepada pihak yang diduga menjemput keduanya.

"Bahwa ada informasi pihak yang menjemput, itu juga sudah diketahui oleh tim, tetapi kita fokus pada saat itu tim mencari keberadaan SA dan ZKN," ucapnya.

Taufik juga mengungkapkan, KPK masih mendalami bagaimana Suhardiman dapat mengetahui keberadaan tim yang tengah melakukan operasi di Riau.

"Bahwa ada informasi tadi disampaikan betul bahwa kedatangan tim atau informasi KPK ada di Pekanbaru, karena ini surat perintah penyelidikannya sebenarnya laporannya sudah ada sekitar satu bulanan ya, hingga kemudian itu memang antara merasa atau memang pihak Bupati mengetahui sendiri langsung, itu yang masih didalami nanti seperti apa," tutur Taufik.

Menurut dia, setelah mengetahui adanya tim KPK, Suhardiman diduga berupaya menghilangkan jejak barang bukti berupa mobil Toyota Land Cruiser yang digunakan sebagai instrumen suap.

"Tapi untuk upaya-upaya Bupati kemudian ketika mengetahui ada tim yang memantau, itu kemudian pihak Bupati melakukan pengamanan dengan mendatangi showroom. Pihak showroom untuk menghilangkan jejak-jejak keberadaan mobil," jelasnya.

Saat ini, Suhardiman dan Zulkarnain, beserta Ardiles selaku Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant sudah ditahan. Suhardiman tidak berkomentar mengenai perkaranya tersebut.

“Terima kasih ya, mohon dukungannya, doanya ya,” ucap Suhardiman saat ditahan.