Cerita Letda Lutfi, Relakan Momen Lebaran dengan Keluarga Demi Misi di Myanmar

31 Maret 2025 18:34 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Letda Infanteri Lutfi Firdiansyah dari batalyon infanteri 305 Kostrad yang berangkat untuk misi kemanusiaan di Myanmar, Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Senin (31/3/2025).  Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Letda Infanteri Lutfi Firdiansyah dari batalyon infanteri 305 Kostrad yang berangkat untuk misi kemanusiaan di Myanmar, Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Senin (31/3/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
ADVERTISEMENT
Letda Lutfi Firdiansyah lantang menjawab 'siap!' sambil menyambut jabat tangan Wamenhan Donny Ermawan Taufanto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (31/3).
ADVERTISEMENT
Ia adalah satu dari 39 personel TNI yang dikirim untuk misi kemanusiaan menangani dampak gempa Myanmar. Lutfi adalah Komandan Peleton (Danton) dari Batalyon Infanteri 305/Tengkorak.
Demi tugas itu, ia harus merelakan cuti lebarannya, meninggalkan istri dan 2 anak laki-lakinya di Bandung.
"Kebetulan, kan, kami itu cuti gelombang pertama, dari tanggal 27 kembali tanggal 1 (April). Berhubung ada perintah untuk melaksanakan tugas kemanusiaan ini, kami kembali [dari] cuti," ujarnya usai apel kesiapan pasukan.
Padahal, pada Minggu (30/3) ia sudah berada di Bandung. Ia bergegas berangkat ke Jakarta begitu menerima perintah penugasan, persis pada malam takbir.
Lutfi menyebut, istrinya tidak mengeluh atas panggilan tugas itu. Katanya, sang istri sudah terbiasa.
ADVERTISEMENT
Petugas mengangkat bantuan yang akan dikirim ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (31/3/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Tapi yang berat bagi Lutfi adalah meninggalkan momen liburan bersama kedua anaknya. Rasanya makin berat saat Lutfi mencium kening dan berpamitan dengan putranya yang masih berusia 6 enam tahun. Sementara anak pertamanya tetap tegar.
"Kalau yang kecil memang nangis, karena yang kecil baru usia 6 tahun," ujar Lutfi.
Satu yang disampaikan Lutfi sebelum berangkat. Ia akan mengajak kedua putranya jalan-jalan kembali dari tugas kemanusiaan yang belum jelas durasinya itu.
"Nanti aja misalnya sudah pulang, kita ajak jalan-jalan aja anak," tutupnya.
Sebagaimana diketahui, pemerintah mengirim bantuan logistik berupa tenda hingga makanan seberat 12 ton untuk penanggulangan gempa 7,7 magnitudo di Myanmar. Sekitar 1.700 orang tewas akibat gempa dahsyat itu.
Bantuan itu akan diberangkatkan pada tanggal 1 April dari Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh ke Naypyidaw, Myanmar. Pemerintah juga mengirimkan tim advance yang akan mengevaluasi kondisi di sana.
ADVERTISEMENT