Cerita Mahasiswa RI di Kota Qom, Pusat Wabah Virus Corona Iran

Lebih dari 400 warga negara Indonesia masih berada di Iran, negara dengan lebih dari 2.900 orang penderita virus corona. Kota pusat WNI adalah di Qom, episentrum penyebaran virus corona. Sejak virus corona mewabah, ada perubahan di Qom.
Hal ini disampaikan oleh Ismail Amin, mahasiswa Indonesia di Qom kepada kumparan, Kamis (5/3). Pria 36 tahun ini mengatakan perubahan signifikan terjadi di Qom saat ini.
"Aktivitas warga di luar rumah jadi berkurang. Namun sebenarnya itu terjadi karena pemerintah meliburkan sekolah-sekolah dan mengurangi jam kerja kantor hanya menjadi 4 jam. Namun secara umum aktivitas warga berjalan normal," kata mahasiswa S2 Tafsir Al-Quran Universitas Internasional Almustafa ini.
Ismail mengatakan harga-harga tetap stabil di Qom, tidak ada kenaikan karena virus corona. Masker juga mudah didapat, baik yang dibagikan gratis oleh pemerintah atau KBRI, maupun yang bisa dibeli sendiri.
"Iran memproduksi 300 ribu masker setiap hari," kata dia.
Mobilitas warga juga tidak dibatasi, masih bisa keluar masuk kota tersebut. Namun pemeriksaan dilakukan di perbatasan.
"Yang disinyalir memiliki gejala corona akan dikenai pelarangan melakukan perjalanan keluar kota dan akan mendapatkan tindakan medis lanjutan," ujar Ismail.
Ismail yang menjabat Presiden Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran 2019-2021 ini mengatakan situs-situs keagamaan umat Syiah di Qom masih dibuka untuk publik. Namun dia mengakui terjadi penurunan kunjungan yang drastis.
Dia membantah berbagai laporan media yang menyebut penyebaran virus corona terjadi di situs-situs keagamaan tersebut. Pasalnya, kata dia, sebelum wabah corona tempat-tempat itu telah secara rutin dibersihkan dengan disinfektan.
"Dan kalau memang sumbernya dari situs keagamaan tersebut, jumlah yang terinfeksi corona tentu jauh lebih besar, sebab pengunjung situs-situs keagamaan tersebut puluhan ribu setiap harinya dan terbuka 24 jam untuk publik," kata dia.
Menurut data KBRI Teheran, total ada 474 WNI dan diaspora Indonesia di Iran saat ini. WNI terbanyak ada di Kota Qom, sebanyak 250 orang. Di Qom sendiri ada 354 kasus virus corona.
Sejauh ini, kata Ismail, tidak ada WNI yang terinfeksi virus penyerang sistem pernapasan ini. Ada beberapa kawannya yang memiliki gejala, namun ketika diperiksa hanya flu biasa dan diminta istirahat di rumah.
Namun wabah virus corona membuat dia terpaksa mengurangi kegiatan bersama mahasiswa Indonesia lainnya. Padahal biasanya mereka suka kumpul-kumpul untuk diskusi, pengajian, atau sekadar silaturahmi.
Dia juga mengaku khawatir akan tertular virus corona yang sudah menewaskan 92 orang di Iran. Sejauh ini, dia mengatakan telah melakukan semua anjuran kesehatan dari pemerintah Iran dan KBRI.
"KBRI Tehran telah mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh WNI di Iran untuk tidak mendatangi tempat-tempat keramaian, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan melakukan pencegahan penularan dengan aktif menjaga kebersihan dan kesehatan," kata dia lagi.
