Cerita Manusia Silver Serahkan Diri ke Satpol PP Kota Yogya karena Rindu Istri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi satpol pp provinsi dki jakarta. Foto: Aditia Noviansyah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi satpol pp provinsi dki jakarta. Foto: Aditia Noviansyah

Seorang manusia silver berinisial IE menyerahkan diri ke Satpol PP Kota Yogyakarta karena mengaku rindu dengan sang istri.

Pria asal Kota Banjar Patroman, Jawa Barat ini sebelumnya selama seminggu terakhir menjadi manusia silver di Yogyakarta bersama istrinya yang berinisial UC.

"Jadi tanggal 4 September (Rabu) Satpol PP Kota Yogyakarta melakukan razia patroli rutin untuk penertiban di wilayah kota sesuai dengan agendanya itu melintas di perempatan Wirosaban. Kebetulan di sana ada pasangan suami istri yang terpisah titik lokasinya, kemudian kita berhasil merazia putri (UC), tapi yang lakinya melarikan diri," kata Satpol PP Kota Yogyakarta, Octo Noor Arafat, melalui sambungan telepon dengan wartawan, Jumat (6/9).

Sesuai prosedur UC kemudian diantar oleh petugas Satpol PP ke Camp Assessment milik Dinas Sosial.

Sementara IE berusaha mencari UC di titik yang sebelumnya mereka sepakati jika kena razia. Namun, tak kunjung menemukan.

"Kemudian hari berikutnya dengan berlumuran cat silver itu, Kamis siang, itu ada yang datang ke kantor Satpol PP bilang ke anggota untuk 'Pak mohon saya ditangkap Pak'. Sampeyan ngapain ditangkap, ya kita sampaikan Satpol PP itu kerja berdasarkan aturan," katanya.

Saat itu Octo tak tahu IE merupakan suami UC. Octo menjelaskan petugas tak bisa menindak jika seseorang tidak sedang melakukan pelanggaran. Misalnya melanggar Perda nomor 1 2014 tentang gelandangan dan pengemis.

"Tapi kamu (IE) datang ke kantor Satpol PP kok minta ditangkap?," bebernya.

IE kemudian bercerita dirinya adalah suami UC. Keduanya menjadi manusia silver sejak seminggu terakhir. IE pun curhat rindu dengan istrinya, satu malam tak tidur bersama.

"Pingin ditangkep Satpol PP biar bisa masuk panti (camp assessment) dan bisa ketemu sama istri," katanya.

Disuruh Mandi

Usai mendengar cerita IE, petugas kemudian menyuruh IE mandi membersihkan badannya. Kemudian dia diberi makan dan di antarkan ke camp assessment Dinsos.

"Tapi ternyata sudah dipindahkan ternyata istrinya ke panti yang ada di Sewon (Bantul). Jadi Satpol PP sudah berusaha menyatukan dua cinta yang terpisah tapi ternyata belum ketemu juga," katanya.

"Saat ini belum ketemu tapi kan nanti kebijakannya nanti di Dinas Sosial DIY apakah nanti sehari setelah di camp assessment (IE) akan dikirim juga yang bersangkutan ke Sewon," katanya.

Tidur di Jalan

Octo menjelaskan selama seminggu di Yogya, keduanya tidur di jalan. Uang hasil jadi manusia silver mereka gunakan untuk makan dan bermain game di warnet.

"Mereka dapat maksimal Rp 100 ribu (per hari). Terus dihabiskan untuk makan sama main di warnet," kata Octo.

"Tidurnya kalau nggak di warnet di jalan. Tempat-tempat kosong," bebernya.

Mereka berdua sudah memiliki anak. Kata Octo, anak mereka dititipkan ke orang tuanya yang berada di Banjar Patroman.

"Anaknya ditinggal di Banjar dititipkan ke orang tuanya. Kalau di sini menghabiskan waktu malam hari sama cari-cari kesempatan cari uang di jalan," bebernya.

Tanya Tempat untuk Ngemis

Dalam pertemuan dengan Octo, IE juga masih sempat bertanya tempat di Yogya yang diperbolehkan untuk mengemis.

"Tanya 'di Yogya yang boleh ngemis di mana ya Pak?' Enggak ada, saya jawab gitu," pungkasnya.