Cerita Maryanto 10 Tahun Nebeng WC Tetangga, Kini Dapat Rumah Layak dari Djarum

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Serah terima program RSLH kepada penerima manfaat di Pendapa Kudus, Jawa Tengah, Senin (21/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Serah terima program RSLH kepada penerima manfaat di Pendapa Kudus, Jawa Tengah, Senin (21/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Seorang warga Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bernama Maryanto (43), menyimpan kisah pilu. Selama sepuluh tahun lebih ia nebeng WC tetangga untuk buang air besar. Bahkan, terkadang ia buang air besar di sungai.

"Rumah saya sebelum dibedah PT Djarum kondisinya memperihatinkan. Rumah saya belum ada WC-nya. Saya masih nebeng di rumah tetangga, kadang di sungai," katanya, Senin (21/9).

Maryanto sudah puluhan tahun tinggal di rumah yang terbuat dari kayu dengan dindingnya terbuat dari batu bata. Alasnya masih berupa tanah. Ketika hujan turun, atapnya bocor.

Ia bekerja sebagai teknisi elektronik. Maryanto tinggal bersama istrinya. Ia dikaruniai dua orang anak.

Setiap hari rasa was-was selalu menghampirinya. Ia selalu merasa takut kalau tiba-tiba rumahnya itu roboh.

Harapan baru seakan muncul usai dirinya berkesempatan mendapatkan bantuan dari PT Djarum berupa Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) Tahap 2. Ia senang rumahnya jauh lebih layak. Di sisi lain, dirinya juga tidak mengeluarkan biaya sepeser pun.

"Ini fakta, saya tidak keluar biaya sepeser pun dari perbaikan rumah," terangnya.

General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto menyerahkan secara simbolis program RSLH kepada penerima manfaat di Pendapa Kudus, Jawa Tengah, Senin (21/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Rumahnya kini lebih layak dan lebih nyaman untuk ditempati keluarganya.

"Syukur alhamdulillah kami bisa menempati rumah yang lebih layak. Ke depannya saya akan lebih semangat untuk bekerja," ucapnya.

Rasa syukur usai menerima RSLH juga disampaikan oleh penerima RSLH asal Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, bernama Muhammad Dicky Irwanto. Ia datang mewakili ayahnya menerima RSLH secara simbolis di Pendapa Kudus, Senin (21/9).

"Atap rumah saya sering bocor. Dindingnya juga sudah retak-retak. Kalau hujan rasanya khawatir karena biasanya bocor," katanya, Senin (21/9).

General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto memberikan sambutan saat acara serah terima program RSLH kepada penerima manfaat di Pendapa Kudus, Jawa Tengah, Senin (21/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Rumah yang ditempati bersama kedua orangtuanya dan adiknya itu usianya juga sudah tua. Ia menjelaskan, rumah tersebut sudah ditempati kedua orang tuanya. Jika dihitung-hitung, usia rumahnya sudah lebih dari 50 tahun.

Setelah menerima program RSLH dari PT Djarum, ia merasa bersyukur. Kini, Dicky bersama kedua orang tuanya dan satu adiknya itu bisa tinggal dengan nyaman.

"Sekarang sudah diperbaiki PT Djarum. Kami merasa lebih aman dan nggak kepikiran bocor lagi. Tampilan rumahnya juga sudah bagus," ucapnya.

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris menyerahkan secara simbolis program RSLH kepada penerima manfaat di Pendapa Kudus, Jawa Tengah, Senin (21/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Sementara itu, data yang dihimpun kumparan, tercatat sampai September 2026 ini sudah ada 786 unit RSLH di Jawa Tengah yang diinisiasi oleh PT Djarum. Jumlah tersebut bertambah 164 unit RSLH di Kabupaten Kudus pada tahap kedua ini. Sebanyak 164 unit RSLH itu terdiri dari 109 unit RSLH bantuan dari PT Djarum dan 55 unit RSLH bantuan dari Polytron.

PT Djarum menargetkan membangun 400 RSLH pada tahun 2026 ini. Sejauh ini sudah terlaksana sebanyak 292 unit RSLH. Sisa 108 unit RSLH akan diselesaikan sampai akhir 2026.

Head of Culture Development Polytron, David Setyadi Rahardjo menyerahkan secara simbolis program RSLH kepada penerima manfaat di Pendapa Kudus, Jawa Tengah, Senin (21/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Beranjak pada tahun 2027, PT Djarum berencana menargetkan 500 RSLH di Kabupaten Kudus. Jauh ke depan, PT Djarum berencana membangun 2.500 RSLH di Kudus sampai tahun 2029 mendatang.

PT Djarum juga melakukan pembangunan sanitasi sehat. Tercatat dalam kurun waktu 2022 sampai September 2026 ini ada 3.825 sanitasi yang dibangun PT Djarum.