Cerita Masinis dan Teknisi Wanita Berlatih Operasikan MRT di Malaysia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tiara Alincia Fitri, masinis wanita MRT. (Foto: Instagram/@tiaralincia)
zoom-in-whitePerbesar
Tiara Alincia Fitri, masinis wanita MRT. (Foto: Instagram/@tiaralincia)

Sudah tTepat dua pekan kereta Mass Rapid Transit (MRT) berada di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Rabu (4/4).

PT MRT Jakarta menyiapkan setidaknya 41 masinis untuk menjalankan kereta-kereta tersebut. Dari 41 masinis, enam di antaranya adalah perempuan.

Salah satu masinis perempuan bernama Indri Yulia menceritakan pengalamannya saat berlatih di Malaysia. Ia mengaku selama pelatihan tidak pernah ada perbedaan yang diberikan antara masinis laki-laki dan perempuan.

"Bahkan kita juga dijadikan sampling. Jadi ketika ada angkat tangga darurat, kalau di Malaysia beratnya 40 kilogram, yang perempuan itu suruh angkat jalan satu kereta. Apabila (perempuan) kuat berarti laki-laki pasti kuat," cerita Indri kepada wartawan di Kantor PT MRT Jakarta, Gedung Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Rabu (18/4).

Tiara Alincia Fitri, masinis wanita MRT. (Foto: Instagram/@tiaralincia)
zoom-in-whitePerbesar
Tiara Alincia Fitri, masinis wanita MRT. (Foto: Instagram/@tiaralincia)

Masinis perempuan lainnya bernama Tiara Alincia juga berbagi pengalamannya saat mengkuti pelatihan di Malaysia. Ia melihat walau punya pekerjaan yang sama beratnya, ia yakin bisa bekerja seperti petugas laki-laki.

"Kita turun ke jalanan, membetulkan kereta lain yang rusak. Ada juga yang namanya emergency rider itu juga di Malaysia sekitar bobot 13 kilogram. Kita harus kuat sebagai perempuan juga untuk mengangkat dan evakuasinya," kata Tiara.

Laras yang juga masinis seperti Indri dan Tiara mengatakan, terdapat satu hal yang bisa menjadi kendala mereka dalam bekerja. Yaitu saat masa haid datang. Hal itu dinilai cukup menganggu pekerjaan. Namun, ia mengaku sudah dilatih agar dapat mengontrol emosi selama masa datang bulan itu.

"Tidak bisa dipungkiri kalau perempuan ada masa haid atau halangan. Mungkin lebih diinfokan agar tidak mengganggu perjalanan kereta," ujar Laras.

"Itu agak sensitif dan susah mengontrol marah, tapi kita sudah dilatih bagaimana menghadapi itu," tambah dia.

Masinis dan teknisi MRT wanita. (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Masinis dan teknisi MRT wanita. (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)

Tidak hanya posisi masinis saja, PT MRT Jakarta juga merekrut teknisi-teknisi pemeliharaan yang handal. Elva, salah satu teknisi perempuan menyebut ikut inspeksi di setiap stasiun bersama teknis laki-laki lainnya, baik dari persinyalan hingga telekomunikasi. Bahkan, mereka bisa melakukannya sampai dini hari.

"Perempuan dan laki-laki sama, ada pekerjaan di double-double track atau DDT. Walaupun kami wanita, kami tetap melaksanakan pada malam hari. Kemudian pekerjaan selesai pukul 05.00 hingga 06.00 pagi," cerita Elva.

Ia mengaku harus bersiap sejak pukul 22.00 WIB dan mulai bisa bekerja setelah kereta MRT selesai beroperasi.

Walaupun tidak dibedakan secara pekerjaan, tapi mereka yakin dan siap bertanggung jawab dengan pekerjaan mereka sebagai teknisi perempuan pertama MRT.

"Hal yang paling penting di sini kami sebagai wanita, kita harus siap menghadapi risikonya apakah itu maintenance emergency. Tapi kita insyaallah siap bertanggung jawab apapun yang diperintahkan atasan kami. Kami insyallah siap," ucap masinis bernama Rike dengan yakin.

Suasana Depo MRT Lebak Bulus. (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Depo MRT Lebak Bulus. (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)

Kepala Divisi Railway Operations PT MRT Jakarta Mega Indahwati Natangsa mengatakan, saat ini persiapan sumber daya manusia untuk pengoperasian dan pemeliharaan kereta MRT sudah mencapai 48 persen. Jumlah 48 persen itu merupakan total dari kebutuhan sebanyak 320 pekerja.

"Persiapan SDM saat ini mencapai 48 persen. Kita mulai rekrut tenaga pelaksana untuk operasi dan pemeliharaan sejak tahun lalu," kata Mega.

Mega menambahkan, untuk sisa 52 persen itu PT MRT Jakarta akan membuka pendaftaran mulai April hingga Desember 2018 mendatang.