Cerita Mega Ingin Mundur dari Wapres karena Banyak Tugas dari Gus Dur

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima penghargaan dari BMKG dan Basarnas, Senin (25/11). Saat memberikan sambutan, Megawati sempat mengenang perjalanannya sebagai wapres dari Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid.
Saat menjadi Wapres, Megawati mengaku kondisi negara sedang sulit. Sebab, terjadi krisis ekonomi di dunia pada tahun 1997. Saat itu, Megawati juga mengaku dilimpahi banyak tugas oleh Gus Dur.
"Waktu itu praktis negara mungkin tidak ada uang karena sebagai wapres saya banyak sekali ditugasi Presiden. Antara lain menangani BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional)," ujar Megawati mengawali ceritanya di kantor BMKG, Jakarta Pusat.
Saat diberi tanggung jawab menangani BPPN, Megawati mengaku bingung. Karena ia masih awam soal fungsi dan tugas BPPN.
"Lalu dibuka di dalam satu ratas, ada 300 ribu-an yang namanya baik perusahaan, bank, lain sebagainya, yang besar sampai yang kecil. Lalu setelah itu, ndak tahu juga kenapa kok banyak konflik," kata Megawati.
Tak hanya diberi tugas soal BPPN, Megawati juga mengaku diberi tanggung jawab soal kebencanaan oleh Gus Dur. Di situlah Megawati merasa tugasnya sangat berat.
"Saya waktu itu pikir, jadi wapres enak ya. Ternyata enggak. Kalau boleh saya, waktu itu masih MPR, kalau sidang MPR, saya mau mundur karena saya pikir kenapa saya diberi tugas sebegini banyak," tutur Megawati.
Terkait urusan bencana, Megawati merasa beruntung karena kemudian ia dibantu oleh Bambang Kesowo selaku Mensesneg. Megawati mengenang sosok Bambang sebagai menteri yang sigap dalam menangani bencana.
Dalam perkembangan selanjutnya, untuk menangani pencegahan bencana, akhirnya pemerintah memutuskan membentuk BMKG. Bambang kemudian mengusulkan agar unit pencegahan bencana berbentuk badan.
"Beliau bilang, Bu, kenapa badan ya karena itu bisa langsung ke Presiden. Dan kalau berupa badan itu lebih kepada bobot pelaksanaan. Ya sudah saya bilang, kalau diizinkan untuk mengubah jadi badan, maka tugas ini saya terima dan Presiden menyetujui," jelas Megawati.
"Itulah awal mula sebenarnya saya membangun, kalau boleh, disebut BMKG," lanjut Megawati.
